Selasa, 22 April 2014

BERITA PASKAH 2014

Ibdh. Paskah, Jumat 18 April 2014

Keluaran 12:1-7
Tentang perayaan Paskah

                Kisah yang  kita baca ini merupakan paskah yang pertama di Mesir oleh generasi pertama (gbrn gereja Hujan awal) dan kemudian ada paskah yang kedua atau yang terakhir yang terjadi di Gilgal setelah 40th mereka keluar dari Mesir oleh generasi kedua (gbrn gereja hujan akhir).
                Saat itu paskah dilaksanakan untuk merayakan kelepasan mereka atau kebebasan mereka dari perbudakan diMesir. Saat ini jaman gereja paskah ini berbicara soal kelepasan manusia akan dosa oleh karena pengorbanan Kristus dikayu salib. Inilah yang patut kita sambut dengan sukacita karena kita terbebas dari dosa, terbebas dari belenggu, terbebas dari sakit penyakit dsb.
                Paskah di Mesir terjadi selama 7 hari menjelang keluar dari Mesir, demikian juga gereja Tuhan harus mempersiapkan diri. 7 hari ini gbrn 7 masa yang dibagi yaitu 3 ½ masa pra sengsara dan 3 ½ lagi masa sengsara atau aniaya besar. Ini merupakan tahapan terakhir untuk keluar dari dunia ini sehingga gereja harus benar-benar meningkatkan persekutuan. Seperti yang Tuhan perintahkan bagi umat Israel bahwa mereka harus berada dalam rumah tidak boleh keluar artinya jangan lagi kita main-main dengan dunia, jangan main-main dengan dosa tapi biarlah tetap tinggal dalam persekutuan, jangan sekali-kali keluar dari penggembalaan agar aman. Keamanan itu kita peroleh jika dalam hidup kita ada tanda darah sehingga malaikat maut tidak bisa menjangkau kita tapi jika kita keluar maka kita akan binasa.
                Hati-hati dunia saat ini banyak menawarkan hal-hal yang membuat gereja itu tidak lagi ingat persekutuan tapi hanya mengejar tahta kedudukan, jabatan, hanya mengejar hawa nafsu seks dsb.

(Ay.1) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: (2) "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. (3) Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. (5)Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
                Tiap rumah tangga diharuskan untuk memiliki korban berupa anak domba, ini merupakan perhatian Tuhan atas nikah rumah tangga atau keluarga. Tuhan mau nikah itu ada tanda darah, tanda percikan darah Anak Domba agar nikah itu ada keslamatan. Perhatikan! Baik suami atau isteri dan anak-anak hendaklah saling mengajak atau mendorong untuk beribadah kepada Tuhan.
                Anak Domba yang digunakan adalah domba yang tidak bercela, ini gambaran dari pribadi Yesus Kristus yang tidak berdosa sedikitpun. Demikian juga tujuannya bagi kita yaitu sampai tidak lagi bercacat dihadapanNya kelak, jika saat ini dalam nikah masih ada pertengkaran dan perselisihan itu berarti kita belum memiliki tanda darah jadi biarlah kita cepat bertobat agar kita memiliki tanda darah.

(Ay.6) Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
                4 hari ini gambaran dari 4000th yaitu jika dilihat dari peta zaman ini dari zaman Bapa sampai pada zaman Anak. Jadi sejak kejatuhan Adam hubungan manusia dengan Allah itu terputus Yesaya 69:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; (2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
                Jadi apakah selama itu tidak terjadi keselamatan? Ada. Tapi masih terjadi pribadi demi pribadi atau keluarga belum untuk menyeluruh.  Contoh mulai dari jaman Enos setelah kejatuhan Adam dimana manusia mulai memanggil nama Tuhan tapi hanya sampai disitu, lalu kemudian Henok yang hidup bergaul dengan Allah tapi ia tidak bisa menolong yang lain, ia hanya sampai menjalinkan hubungan pribadinya dengan Allah. Setelah Henok hadirlah Nuh tapi hanya fokus pada keselamatan nikah dan keluarganya. Sehingga bisa kita lihat sangat terbatas keselamatan yang terjadi karena pada jaman Nuh itu manusia semakin sarat dengan kejahatan sehingga manusia dimusnahkan. Meskipun hadir Abraham yang merupakan keturunan Nuh tapi juga belum mengerjakan keslamatan secara meyeluruh diseluruh bumi karena masih terfokus pada satu suku yaitu suku Israel.
Yesaya 59:16 Ia melihat bahwa tidak seorang pun yang tampil, dan Ia tertegun karena tidak ada yang membela. Maka tangan-Nya sendiri memberi Dia pertolongan, dan keadilan-Nyalah yang membantu Dia.
                Saat Tuhan melihat bahwa tidak ada satu manusiapun yang bisa menyelamatkan maka IA sendirilah yang turun tangan.
(19) Maka orang akan takut kepada nama TUHAN di tempat matahari terbenam dan kepada kemuliaan-Nya di tempat matahari terbit, sebab Ia akan datang seperti arus dari tempat yang sempit, yang didorong oleh nafas TUHAN. (20) Dan Ia akan datang sebagai Penebus untuk Sion dan untuk orang-orang Yakub yang bertobat dari pemberontakannya, demikianlah firman TUHAN.
                Maka Allah mengutus AnakNya; Mulai kematian Kristus (matahari terbenam) dan sampai kedatanganNya kembali (matahari terbit).

                Jadi sampai hari keempat, barulah domba itu dikeluarkan. Wujud kedatangan Yesus yang pertama Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, (6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, (7)melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. (8)Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (9) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, (10) supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, (11) dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
                Saat pribadi Yesus hadir maka DIAlah Anak Domba paskah yang mampu menolong semua semua pribadi, semua bangsa. Sehingga jelaslah bahwa kelepasan itu terjadi hanya dalam Tuhan, diluar Yesus tidak ada keselamatan. Oleh sebab itu biarlah kita memiliki tanda paskah agar kita terbebas dari dunia ini.
2 tanda paskah yang harus kita miliki:
  1. Semua ragi harus disingkirkan (Kel 12:15-20).
                Apa itu ragi? 1 Korintus 5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. (8) Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. (11) Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.
                Ragi itu juga adalah kemunafikan, ini banyak dalam kehidupan Hamba Tuhan, pelayan Tuhan. Didepan jemaat bicara manis tapi dalam hati ada kebencian, dimulut suami berkata manis untuk isteri padahal dalam hati sangat benci atau sebaliknya; ini kemunafikan. Hindarilah ini!

  1. Tanda darah (Kel 12:21-23).
                Percikan darah ini diambang pintu baik pada kedua tiang maupun diambang atas agar saat Tuhan lewat IA melihat tanda darah itu sehingga tidak akan ada kematian tapi yang ada adalah perlindungan.
                Pengorbanan Kristus ditandai dalam alat tabernakel yaitu Medzbah Korban Bakaran, yaitu tanda pertobatan. Sehingga kehidupan yang ada tanda darah sama dengan kehidupan yang ada dalam pertobatan yang sungguh. MKB ini juga berbicara soal kasih mula-mula, jangan kita tinggalkan kasih mula-mula kita, kembalilah pada kasih yang semula.
                Kasih kita yang semula kelak akan permanen sampai pada kasih yang sempurna; kasih mempelai yaitu terwujud pada Tabut perjanjian yang dipercikkan 7x percikkan darah, kehidupan yang sudah disucikan sampai sempurna dan layak bersanding dengan DIA yang adalah mempelai Pria surga.
Amin.

By. Pdt. Rudolf Labok


Minggu, 13 April 2014

Daging atau Roh

Ibdh. Fellowship, minggu 13 April 2014

Hakim-hakim 20:18-30
Peperangan orang Israel melawan bani Benyamin

                Pasal 20 dan 21 ini suasananya terkena pada alat tabernakel  yaitu Tabut perjanjian, dalam kisah ini terjadi peperangan antar suku karena perbuatan mesum yang dilakukan salah satu suku kepada suku yang lain. Ini gambaran dari 2 gereja yang memiliki sifat yang berbeda yaitu yang satu bersifat rohani dan yang lain bersifat daging. Suku Benyamin dalam hal ini gambaran dari gereja yang bersifat daging dan yang 11 suku yang lain gambaran dari gereja yang bersifat rohani, tentu sangat jelas bahwa daging dan roh selalu bertentangan dan ini terjadi diantara 11 suku dan suku Benyamin yang saling menyerang, yang rohani menyerang dan daging juga menyerang.
                Keinginan daging ini kalau secara pribadi kita, kita selalu membawanya kemanapun kita pergi dan inilah merupakan salah satu musuh kita dalam hidup ini yaitu segala keinginan daging kita yang harus kita perangi, artinya kita harus mengalami penyucian. Seperti pada peti tabut perjanjian yang dipercikkan dengan 7x percikan darah yang berarti proses penyucian sampai pada kesempurnaan.
Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. (17) Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. (25) Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
                Dalam kehidupan ini kita dituntut Tuhan untuk memilih antara satu yaitu hidup dengan roh atau dengan daging, sangat tidak disarankan untuk hidup dalam keduanya seperti orang yang memakai dua pakaian. Seperti ;digereja kita bisa melayani, bersaksi dsb tapi dirumahpun kita bisa bertengkar, marah dsb. Hal inilah yang tidak disukai oleh Tuhan sehingga kita harus mengalami penyucian atau daging kita harus disalibkan karena memang inilah cara kita untuk mengikut Yesus, untuk melayani Dia.
                Ingatlah! Dalam beribadah, dalam melayani jangan main-main tapi harus serius! Karena  Tuhan tidak mau dipermainkan sebab IA tidak pernah main-main dalam menyelamatkan kita. Gal 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. (8) Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

Hak 20:18 Lalu orang Israel berangkat dan maju ke Betel. Di sana mereka bertanya kepada Allah: "Siapakah dari kami yang lebih dahulu maju berperang melawan bani Benyamin?" Jawab TUHAN: "Suku Yehudalah lebih dahulu."
                Berapa lama mereka berperang? 3 hari. Dan  khusus pada har kedua jumlah yang tewas adalah 40rb jiwa.
(21) Juga bani Benyamin maju menyerang dari Gibea dan menggugurkan ke bumi dua puluh dua ribu orang dari antara orang Israel pada hari itu….. (25) maka pada hari kedua itu majulah suku Benyamin dari Gibea menyerbu mereka, dan digugurkannya pula ke bumi delapan belas ribu orang di antara orang-orang Israel; semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang. (31) Maka majulah bani Benyamin menyerbu laskar itu; mereka terpancing dari kota, dan seperti yang sudah-sudah, mereka mulai menyerang laskar itu pada kedua jalan raya -- yang satu menuju ke Betel, dan yang lain ke Gibea melalui padang -- sehingga terbunuh beberapa orang, kira-kira tiga puluh orang di antara orang Israel.
                Selama 3 hari ini Israel mengalami kekalahan, kita tahu bahwa 1 hari Allah sama dengan 1000 hari bagi manusia, jika dikaitkan dengan tabernakel maka luas ruang suci itu adalah 2000 hasta dan luas ruang maha suci itu 1000 hasta jadi jika dijumlah seluruhnya luasnya adalah 3000 hasta. Jika dikaitkan dengan peta zaman maka dari pintu kemah sampai pintu tirai yaitu luas 2000 hasta tersebut terkena pada jaman gereja Tuhan sehingga sangat jelas bagi kita bahwa gereja Tuhan harus mengalami PENYUCIAN.
                Dan khusus pada hari kedua ada 40rb jiwa yang tewas ini gambaran dari proses penyucian akan segala keinginan daging karena angka 40 ini gambaran dari tamatnya daging.
                Mengapa harus suku Yehuda yang lebih dulu maju? Ini merupakan nubuatan yang mana Kristus Yesus yang berasal dari suku Yehuda adalah yang awal dan yang akhir, Dialah yang lebih dahulu menyatakan perang atas daging dan menang atas daging.
                Saat ini pertanyaan bagi kita mengapa justru bangsa Israel banyak yang tewas padahal mereka diperlengkapi dengan pedang? Sama dengan kehidupan umat Tuhan saat ini yang notabene hidup rohani dan diperlengkapi Firman Tuhan justru banyak yang mundur dan meninggalkan Tuhan. Sekali lagi mengapa ini bisa terjadi?
Efesus 6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, (17) dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
                Jadi sangat jelas kita punya pedang tapi tidak punya perisai, artinya kita berpegang pada Firman Allah tapi tidak beriman pada Firman Tuhan, ini sama dengan kehidupan yang tidak memiliki perisai atau pengaman. Saat ini mulailah mendengar Firman, berpegang pada Firman dan beriman penuh pada Firman Tuhan karena hal inlah yang akan membuat kita menang atas iblis. Ibrani 11:6a Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.
                Ikutilah teladan Yesus yang menghadapi cobaan dari iblis dengan kekuatan iman kepada Firman saat IA dipadang gurun.
                Kekuatan Iman; IMAN MENGALAHKAN DUNIA; 1 Yoh 5:1-5. jadi mulai saat ini berimanlah kepada Firman, jangan jadikan Firman itu sebatas pengetahuan kita karena kalau hanya sebatas pengetahuan tanpa beriman pada Nya maka jangan heran jika kita tidak mengalami kekuatanNya, keajaibanNya dan keselamatanNya.
Roma 10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. (9) Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
                Oleh sebab itu marilah kita terus mempertahankan iman kita karena perjalanan kita masih panjang masih banyak kesempatan iblis untuk menjatuhkan kita sehingga  kita perlu perisai iman. Agar penyucian kita bukan sekedar sehari dua hari tapi sampai Tuhan datang.
                Jika diatas kita telah tahu mengapa banyak yang tewas atau mundur yaitu karena tidak beriman pada Firman maka yang kedua kita lihat bahwa umat Tuhan mundur juga karena tidak mau menerima Firman yang keras, Firman penyucian sehingga imannya goncang. Yohanes 6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?“ (61) Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? (66) Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
                Saat ini jika kita mendengar Firman yang menegur kita maka jangan kita bersungut-sungut tapi biarlah kita mengucap syukur karena itu pertanda bahwa Tuhan mengasihi kita, IA mau kita sadar akan kesalahan kita agar kita bertobat dan menerima keselamatan.
Ibrani 10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.“ (39) Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup. (37) "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. (35) Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. (36) Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
                Jangan selangkahpun kita mundur tapi tetaplah berpegang teguh pada iman kepada Yesus, tetaplah tekun beribadah karena kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi.
Hak 20:35 TUHAN membuat suku Benyamin terpukul kalah oleh orang Israel, dan pada hari itu orang-orang Israel memusnahkan dari antara suku Benyamin dua puluh lima ribu seratus orang, semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang. (46) Maka yang tewas dari suku Benyamin pada hari itu seluruhnya berjumlah dua puluh lima ribu orang yang bersenjatakan pedang, semuanya orang-orang gagah perkasa.
Jangan kita takut, jika kita tekun dan terus beriman kepadaNya maka IA akan membela kita, IA memperhatikan kita dan saat IA melihat batas kemampuan kita maka IA turun tangan menolong kita dan memberi kemenangan.
amin.
By. Pdt. Rudolf Labok


SEGALA SESUATU HARUS DIPULIHKAN MENJELANG KEDATANGAN TUHAN

Ibdh. PA, Kamis 10 April 2014

Kisah Rasul 3:19-26
Kotbah Petrus diserambi Salomo

3 Faktor penentu kedatangan Tuhan:
  1. InJil kerajaan Allah harus sudah dengar oleh segala mahluk (Mat 24:14).
  2. Pemulihan segala sesuatu (Kis 3:21).
  3. Mempelai Wanita yang telah siap sedia

Pemulihan dimulai dari bertobat (Ay. 19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,), jika dikaitkan dengan  tabernakel khususnya anggota tubuh manusia maka terkena pada  MKB ( kaki bagian tungkai bawah ) dan BP (kaki tungkai atas).
Jadi artinya perjalanan hidup kita harus mengalami pertobatan dan yang utama disini adalah mengenai KASIH KEPADA TUHAN, karena 10 jari kaki ini gambaran dari hukum kasih.
Efesus 2:2a Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu….. (4) Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. (5) Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
 Jika kita melayani tanpa pertobatan maka berarti kita melayani tanpa kasih. Ini layaklah para ahli taurat yang tau Firman tapi tidak melakukan Firman sehingga hidup tanpa pertobatan.
Pada ayat 19 diatas ada 3 penekanan yang perlu kita perhatikan,,,

“Sadar”
                Artinya kita harus selalu sadar mengenai keadaan kita, jangan sampai kita melayani tapi masih mempertahankan dosa, ini berarti kita tidak sadar. Sadar itu artinya ingat kembali ; orang yang sedang tidak sadar tidak jauh berbeda dengan orang yang sedang tidur Ef 5:14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
1 Tes 5:6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. (7) Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. (8) Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.
                Orang yang tidak sadar juga sama dengan orang yang hidup dalam kegelapan, mati rohani dan telanjang (ay.8). Tentu jika kita pelayan Tuhan yang nampak adalah segala kedagingan kita maka sangat jelas kita tidak menjadi saksi bagi orang-orang dunia. Yang harus kita lakukan saat ini adalah mengenakan kembali baju kita yaitu iman, pengharapan dan kasih.
                Sangat penting untuk kita harus tetap mengenakan baju iman karena iman itu mengalahkan dunia, begitu juga dengan pengharapan dan kasih karena dengan ini kita terjaga dan terlindungi dari serangan musuh karena bagaikan kita memakai baju zirah.

“Bertobat”
                Hal pertama dalam langkah untuk bertobat adalah dimulai dengan penyesalan yaitu menyesali semua perbuatan yang melanggar Firman Tuhan baik itu kesalahan besar ataupun kecil. Setelah menyesal maka harus disertai dengan niat untuk memperbaiki yang salah, lalu mengambil tindakan untuk meninggalkan yang salah dan kembali kepada Tuhan. Contoh: Anak bungsu yang terhilang (Luk 15:11-32).
                Anak  bungsu ini sadar akan kesalahannya karena keadaan yang dia alami, jadi kesadarannya bukan karena ia mendengar Firman sehingga sangat ironis sekali dengan keadaan umat Tuhan saat ini yang sudah mendengar Firman dengan terang-terangan dan terbuka tapi tidak juga mau bertobat.
                (Ay.17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.) seharusnya kita umat Tuhan harus menyadari kemerosotan rohani kita, yang mana jika dahulu kita begitu setia dalam melayani, begitu berkobar-kobar tapi sekarang ini bagaimana kerohanian kita? Semua ini bisa terjadi dalam kehidupan pelayanan kita karena kita masih menyimpan dosa. (ay. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,) saat ini biarlah kita memiliki niat untuk bertobat dan bertindak (ay. 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.) tindakan pertobatan yang kita ambil akan membawa kita pada pemulihan, hubungan kita dengan Tuhan akan kembali harmonis.

“Dosa dohapuskan”
                (Ay. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.) dengan mengakui dosa kita dihadapan Tuhan maka dosa kita akan dihapuskan. Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa IA sudah lebih dahulu mengampuni dan mengasihi kita saat IA melihat hati kita yang sudah benar-benar berniat untuk bertobat.

Yang dilakukan BAPA:
Dipakaikan jubah yang baru (jubah iman, jubah pengharapan dan jubah kasih). Jadi jubah yang lama yaitu sifat tabiat dan perbuatan yang lama itu harus ditanggalkan. Perbuatan yang lama itu adalah (ay.13,14,16)menjual hak kesulungan, melarat yaitu kehidupan yang beribadah tapi seperti tidak mendapatkan apa-apa/ tidak memiliki harta rohani, hidup bagaikan seekor babi yaitu kehidupan yang terus menerus keluar masuk dalam dosa serta memakan makanan sisa yaitu suka menerima ajaran-ajaran yang tidak sehat.
Masih banyak lagi yang dilakukan Bapa bagi kita asal kita mau kembali padaNya.
Amin.


By. Pdt. Rudolf Labok

Harus Jeli...

Ibdh. Biston, selasa 8 Apr 2014

Yosua 22:10-14
Suku-suku diseberang Yordan mendirikan medzbah

                Keseluruhan kitab Yosua ini terkena Pintu kemah yang memiliki 5 tiang yang merupakan gambaran dari pelayanan kita karena berkaitan dengan 5 jabatan (Rasul, Guru, Penginjil, Nabi, Gembala) Jabatan-jabatan ini harus bekerja dalam jemaat, dan semua jabatan ini sama dihadapan Tuhan selayaknya tiang yang memiliki tinggi, bentuk, lebar yang sama. Jadi tidak ada yang lebih hebat karena mesing-masing sesuai dengan talenta/ karunia yang diberikan Tuhan.
Galatia 2:9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;
                Seperti Rasul-rasul yang terdahulu yaitu Yakobus, Petrus dan Yohanes tidak merasa lebih hebat dari Paulus dan Barnabas tapi sebaliknya mereka menjalin persekutuan dengan tanda selalu berjabat tangan satu dengan yang lain. Inilah wujud dari bentuk tiang pintu kemah yang sama tinggi dan yang dikaitkan satu dengan yang lain.

Yos 22:11 Lalu terdengarlah oleh orang Israel itu cakap orang: "Telah didirikan mezbah oleh bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu, mezbah menghadap ke tanah Kanaan, di Gelilot pada sungai Yordan, di sebelah wilayah orang Israel.“ (12) Ketika hal itu terdengar oleh orang Israel, berkumpullah segenap umat Israel di Silo, untuk maju memerangi mereka.
                Saat 9 ½ suku mendengar perkataan orang maka mereka langsung marah, inilah yang perlu kita waspadai karena sangat penting bagi kita untuk jeli saat mendengar berita atau perkataan orang lain, mintalah hikmat agar kita bisa tahu apakah yang kita dengar itu perkataan yang membangun atau tidak.

(13) Kemudian orang Israel mengutus kepada bani Ruben, kepada bani Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu, ke tanah Gilead, imam Pinehas bin Eleazar, (14) dan bersama-sama dengan dia sepuluh pemimpin, yakni seorang pemimpin kaum keluarga sebagai wakil tiap-tiap suku Israel. Masing-masing mereka itu kepala kaum keluarganya di antara kaum-kaum orang Israel.
                Mereka mengutus Imam Pinehas kepada 2 ½ suku, ini gambaran dari kehidupan seorang pemimpin, seorang pelayan Tuhan. Jika Pelayanan Tuhan mulai marah-marah maka tahbisannya sudah rusak! Karena salah satu syarat menjadi pelayan Tuhan bukanlah pemarah tapi peramah.
1 Timotius 3:1 Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah.“ (2) Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, (3) bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang,..
                Jadi perhatikan! Sekali lagi … jangan cepat marah karena ini akan membawa kita sampai menuduh orang lian bahkan sampai menghakimi. Seperti bangsa Israel yang 9 ½ suku (16) "Beginilah kata segenap umat TUHAN: Apa macam perbuatanmu yang tidak setia ini terhadap Allah Israel, dengan sekarang berbalik dari pada TUHAN dan mendirikan mezbah bagimu, dengan demikian memberontak terhadap TUHAN pada hari ini?
                Bukan berarti kita tidak boleh marah, tapi kita harus jeli apakah kita marah karena alasan yang tepat atau kita marah tanpa alasan. Dan saat ini yang kita bahas adalah marah yang tanpa alasan.
                2 ½ suku berusaha memberi penjelasan agar tidak larut dalam percekcokkan/ perselisihan.
(21) Lalu jawab bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu, katanya kepada para kepala kaum-kaum orang Israel: (22) "Allah segala allah, TUHAN, Allah segala allah, TUHAN, Dialah yang mengetahui, dan patutlah orang Israel mengetahuinya juga! Jika sekiranya hal ini terjadi dengan maksud memberontak atau dengan maksud berubah setia terhadap TUHAN -- biarlah jangan TUHAN selamatkan kami pada hari ini.
                Jawaban pertama mereka adalah Allah yang maha tahu. Artinya yang mengetahui kita berbuat salah atau kita berdosa itu adalah Tuhan sehingga kita manusia tidak ada hak sedikitpun untuk menghakimi. Jadi kalau ada masalah biarlah Tuhan yang menyelsesaikannya lewat FirmanNya.

(23) Jika sekiranya kami mendirikan mezbah untuk berbalik dari pada TUHAN, untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian di atasnya serta korban keselamatan di atasnya, biarlah TUHAN sendiri yang menuntut balas terhadap kami.
                Jawaban kedua mereka adalah Allah Pembalas. Jadi sangat jelas sekali lagi bahwa pembalasan dan penghakiman itu bukan hak kita tapi haknya Tuhan. Jadi bagaimana dengan kita? Tuhan mengajarkan kita untuk menahan diri, tidak marah sehingga dengan begitu kita terlatih untuk sabar, dan sabar ini merupakan wujud dari kasih Tuhan.

(24) Tetapi sesungguhnya, kami telah melakukannya karena cemas. Sebab pikir kami: Di kemudian hari anak-anak kamu mungkin berkata kepada anak-anak kami, demikian: Apakah sangkut pautmu dengan TUHAN, Allah Israel?
                Jawaban mereka yang ketiga adalah mereka dalam keadaan cemas. Yang mereka cemaskan adalah jangan sampai generasi mereka tidak lagi beribadah kepada Tuhan.
Apakah kita juga berpikiran yang sama? Apakah kita merasa cemas dengan masa depan anak kita? Dimana anak-anak kita sekarang? Apakah kita selama ini memperhatikan keselamatannya? Jangan sampai anak-anak kita disebut orang kafir!

(25) Bukankah TUHAN telah menentukan sungai Yordan sebagai batas antara kami dan kamu, hai orang bani Ruben dan bani Gad! Kamu tidak mempunyai bagian akan TUHAN. Demikianlah mungkin anak-anak kamu membuat anak-anak kami berhenti dari pada takut akan TUHAN.
                Kecemasan mereka juga adalah jangan sampai anak-anak mereka ada batasan dengan Tuhan. Saat ini banyak hal didunia ini menjadi pembatas antara anak-anak kita dengan Tuhan. Contohnya saat ini banyak anak-anak yang tidak beribadah karena lebih memilih nonton tv, lebih memilih bermain game dsb.
                Sebagai orang tua kita perlu mewaspadai hal-hal ini agar kita maupun generasi kita kemudian tetap menyembah dan beribadah kepada Tuhan.
Amin.


By. Pdt. Rudolf Labok

Senin, 07 April 2014

Jangan Cepat Marah....

Ibdh. Biston, selasa 1 April 2014

Yosua 22:9-14
Suku-suku disebrang Yordan medirikan Medzbah

Dalam AY.27 menjelaskan bahwa tujuan medzbah didirikan oleh 2 ½ agar menjadi saksi bagi mereka bahwa mereka ada hubungan dengan Tuhan. Begitu juga dengan kita biarlah kita selalu membangun medzbah dengan Tuhan atau ada hubungan dengan Tuhan dengan selalu beribadah, berdoa dan menyembah Tuhan agar kita menjadi berbeda dengan orang dunia.

Ay.11-12
Ketika 9 ½ suku mendengar bahwa saudara mereka yang 2 ½ itu membangun medzbah, merekapun marah. Ini banyak kali terjadi dalam hidup kita yang mana saat kita mendengar suatu berita maka tanpa mengetahui dengan pasti, belum tahu duduk persoalannya kitapun langsung marah, ini yang namanya marah tanpa alasan, jadi biarlah kita berhati-hati karena dalam Firman Tuhan berkata jika kita gampang marah maka kita termasuk orang bodoh. Oleh sebab itu biarlah kita belajar untuk lebih dahulu mencari tahu apa persoalan yang sebenarnya agar kita bisa mengatasi permasalahan dengan baik.

Yakobus 1:19-20
Ajaran Firman bagi kita adalah kita harus cepat mendengar tapi lambat berkata-kata dan lambat marah. Ingatlah selalu bahwa amarah dihadapan Tuhan tidak mengerjakan kebenaran berarti amarah itu tidak baik. Artinya “cepat marah” itu yang tidak benar karena ada Firman juga yang mengatakan bahwa marah itu boleh asalkan jangan menyimpannya sampai matahari terbenam.
Saat ini jika hati kita ada amarah maka biarlah kita akui itu dihadapan Tuhan dan mohon pendamaian agar kita layak menghadap Tuhan dalam doa dan penyembahan kita.

AKIBAT CEPAT MARAH
1). Ay.15-18. menuduh dan menghakimi
Jika kembali dalam kisah diatas maka apakah 9 ½ suku yang marah itu telah berbuat dosa?
Jika dilihat dari Firman Tuhan mereka sudah marah, menuduh bahkan menghakimi.
Jadi bisa kita belajar dari Firman Tuhan bahwa orang yang cepat marah itu mudah untuk langsung menuduh dan menghakimi. Jadi jawabannya adalah 9 ½ suku telah berdosa atau bersalah dengan perkataan.

2.) Ay.25. membarasi orang untuk beribadah dan berdoa.
……..sungai Yordan sebagai batas antara kami dan kamu…………Kalau sudah menuduh dan menghakimi maka selanjutnya pasti akan membatasi orang untuk beribadah dan berdoa. Hal ini jangan sampai kita lakukan yaitu akibat perkataan kita membuat orang lain tidak bisa beribadah, tidak bisa berdoa, tidak lagi percaya Tuhan dsb.
Sungai Yordan berbicara tentang perkara-perkara duniawi, saat ini perkara-perkara duniawi banyak kali membuat kita tidak bisa menyembah dan tidak bisa beribadah 1 Yohanes 2:15-16. sungai Yordan inipun alirannya mengalir kehilir atau berlawanan artinya banyak hal-hal yang kita lakukan berlawanan dengan kehendak Tuhan.
Ingatlah selalu bahwa hal-hal duniawi yang membuat kita tidak bisa beribadah dan menyembah Tuhan merupakan strategi iblis untuk membuat kita semakin sejauh dari Tuhan bahkan sampai hubungan kita dengan Tuhan terputus.
3 hal yang menonjol dalam perkara-perkara duniawi yaitu keinginan daging (kemalasan, sungutan, lelah, pertengkaran dsb), keinginan mata dan keangkuhan hidup.

3). Ay.23. membalas kejahatan dengan kejahatan.
Dalam wahyu 22:12 mengingatkan kita bahwa balasan itu bukan hak kita, itu adalah urusan Tuhan. Jika kita melihat orang bersalah maka tugas kita bukan menjatuhkan, bukan menghakimi bahkan bukan membalas tapi kita harus mengangkatnya.
Antara 9 ½ suku dan 2 ½ mana yang lebih banyak? Pasti yang 9 ½ suku. Artinya bila kita berada pada pihak yang kuat dan banyak maka jangan kita merasa diri kuat sehingga kita dengan semena-mena terhadap yang lemah tapi sebaliknya biarlah kita yang kuat menolong mereka yang lemah.
Amin.


By. Pdt. Rudolf labok


PERANG!!!!!!

Ibdh. Fellowship Minggu 6 April 2014
 
Hakim-hakim 20:18-30
Peperangan orang Israel melawan bani Benyamin

                Sekali lagi kita perlu ketahui bahwa kitab hakim-hakim dan Yosua ini berbicara mengenai peperangan tapi bagi kita artinya adalah usaha atau proses penyucian. Dan peperangan yang terjadi saat ini adalah peperangan melawan saudara atau perang antar saudara yaitu antara 11 suku dengan 1 suku (suku Benyamin).
                Kitab Hakim-hakim ini terkena pintu kemah yaitu berbicara soal suasana kasih karunia, jaman gereja jaman dimana kasih karunia Allah diberlakukan. Jika kita berada pada posisi ini maka kita harus sungguh-sungguh agar benar-benar kita merasakan kasih karunia demi kasih karunia yang memberi kita kesempatan untuk selalu dapat bertobat.
                Dalam kesempatan ini kita akan belajar mengenai KEPUTUSAN TUHAN. 3 x Umat Israel bertanya kepada Tuhan mengenai apakah mereka harus berperang atau tidak. Ini pelajaran bagi  kita agar jangan melakukan sesuatu diluar kehendak Tuhan sehingga wajiblah kita bertanya dahulu pada Tuhan apa yang harus kita lukakan agar apapun langkah yang kita ambil itu Tuhan turut bertanggung jawab.
                Peperangan yang lakukan oleh umat israel menyebabkan banyak prajurit yang gugur, pertanyaan bagi kita, apakah prajurit  dari 11 suku tersebut yang tewas dalam perangnya Tuhan itu selamat atau tidak? Tentu selamat. Karena mereka berperang berdasar kehendak Tuhan sama seperti kita saat ini jika kita melayani Tuhan dan mengalami kematian maka kita akan selamat karena kita melayani Tuhan, berbeda dengan suku Benyamin mereka tewas karena itu kehendak Tuhan atau hukuman Tuhan artinya jangan sampai kita menderita karena berbuat dosa tapi biarlah kita menderita karena berbuat baik sebab itulah jalan Tuhan.

PEPERANGAN ROHANI
Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. (11) Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; (12) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
                Seperti Firman Tuhan yang tertulis bahwa kita sedang berperang melawan roh-roh jahat diudara yang berusaha menjatuhkan iman kita. Baik lewat amarah, kebencian, dendam dan lain sebagainya.
Hak 20:18, 23, 27
                3x orang Israel bertanya kepada Tuhan, cara mereka bertanya tidak secara langsung tapi melalui Imam Besar, sehingga Imam Besar merupakan perantara antara manusia dengan Allah karena yang bisa mendekat ke tabut perjanjian hanyalah Imam Besar.
1 Yoh 2:1 Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. (2) Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
                Kalau dulu perantara dari umat Tuhan itu adalah Imam besar Harun, Pinehas dsb tapi saat ini bagi kita yang menjadi perantara antara kita dengan Allah adalah Yesus, dengan RohNya IA ada dimanapun kita membutuhkan.
                3x umat Israel bertanya ini gambaran bagi kita untuk selalu berdoa, bahkan berulang-ulang kita berdoa maka pasti kita akan sangat mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan. Oleh sebab itu jangan jemu-jemu berdoa, jangan bosan dan jenuh karena doa itu bagaikan nafas hidup kita.
Hak 20:27 Dan orang-orang Israel bertanya kepada TUHAN -- pada waktu itu ada di sana tabut perjanjian Allah, (28) dan Pinehas bin Eleazar bin Harun menjadi imam Allah pada waktu itu -- kata mereka: "Haruskah kami maju sekali lagi untuk berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu, atau haruskah kami hentikan itu?" Jawab TUHAN: "Majulah, sebab besok Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu."
                Pada ayat 28 Pinehas selaku Imam Allah saat itu untuk ke 3xnya bertanya pada Tuhan apakah benar harus berperang melawan saudaranya atau tidak karena selaku manusia yang ada hubungan saudara pasti ada rasa tidak tega tapi berbeda dengan Tuhan yang memandang bahwa penyucian itu diatas segalanya, dalam hidup kita juga perlu kita tegaskan bahwa apapun itu jangan kita kompromi tapi kita tetap harus mengalami penyucian terhadap dosa apapun harganya.
                Saat Pinehas bertanya kepada Tuhan maka ia berada di depan Tabaut Perjanjian (kel 25:22 Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel.“
                Secara khusus pasal 20 Hakim-hakim ini terkena pada Tabut perjanjian dengan 7 x percikan darah dimuka tabut. Ini berbicara soal proses penyucian terakhir menuju kesempurnaan, bagi  kita saat ini jangan kita main-main karena IA mengerjakan penyucian bagi kita bukan dengan asal-asalan tapi dengan DarahNya yang kudus jadi sekali lagi JANGAN MAIN-MAIN, sebagai imam yang ditahbiskan Tuhan maka kita juga dalam melayani jangan main-main!
                7 jemaat dalam kitab wahyu itu gambaran dari penyucian terakhir menuju kesempurnaan, contoh pertama kita lihat jemaat Efesus yang meskipun setia dalam berbagai ibadah dan pelayanan tapi Tuhan melihat bahwa pelayanan dan ibadah mereka lakukan tanpa kasih (wahyu 2:2-7).
                Melayani tanpa kasih merupakan kejatuhan yang amat dalam, ingatlah IA mengangkat kita dari lumpur dosa, IA turun kedunia dan rela disalib karena IA sudah lebih dahulu mengasihi kita. Saat ini Tuhan menyatakan dosa kita seperti jemaat diEfesus itu tanda bahwa IA memberi kita kesempatan untuk bertobat. Jika kita tidak mau menerima penyucian ini maka yang ada hanyalah penghukuman. Sebaliknya jika kita taat pada Firman dan mau bertobat maka kita diberi makan dari pohon kehidupan.
                ini hanyalah salah satu contoh dari 7 jemaat yang ada.
                Pada minggu yang lalu kita telah belajar bahwa peperangan terjadi dengan pedang dan api artinya penyucian itu terjadi melalui kekuatan Firman yang kuat dan tajam dan Roh Kudus yang menerangi kegelapan.
Kel 28:29 Demikianlah di atas jantungnya harus dibawa Harun nama para anak Israel pada tutup dada pernyataan keputusan itu, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus, supaya menjadi tanda peringatan yang tetap di hadapan TUHAN. (30) Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN.
                Urim itu api/terang dan Tumim itu Pedang, Ibrani 4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. (13) Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
                Jadi keputusan Tuhan adalah PENYUCIAN terhadap segala macam dosa, tanpa kompromi. Sehingga saat ini kitapun harus siap menerima Urim dan Tumim yaitu kuasa penyucian Firman dan Roh Kudus.
Manfaat penyucian:
                2 Tesalonika, pasal 1 berbicara pekerjaan Umim, pasal 2 berbicara pekerjaan Tumim dan pasal 3 berbicara pekerjaan Urim dan Tumim.
(2 Tes 1:3-10) jika kita menerima penyucian dari kuasa Api Roh Kudus maka kita akan terluput dari penghukuman dalam api yang menyala-nyala.
(2 Tes 2:3-12) jika kita mau menerima penyucian dari Firman maka kita akan terbebas dari kesesatan dan pendurhakaan.
Jadi saat ini biarlah kita terus menerima penyucian meskipun sakit bagi daging kita tapi ingatlah kita akan menerima janji yang indah kelak.
Amin.

By,. Pdt. Rudolf Labok


Rabu, 02 April 2014

PENYUCIAN

Ibdh. Fellowship Minggu, 30 Maret 2014

Hakim-hakim 20:1-16
Peperangan orang Israel melawan bani Benyamin

Kisah ini bisa dikatakan sebagai perang saudara karena terjadi antara suku-suku dalam bangsa Israel sendiri. Dan ini disebabkan hanya oleh beberapa orang-orang dursila yaitu orang-orang kehidupannya berkelakuan buruk.
Bagi kita saat ini artinya kita ini adalah saudara dalam Tuhan (Efesus 2:19) dan yang kita hadapi saat ini adalah peperangan melawan dosa. Karena banyak kita dapati dalam keluarga ada banyak hal yang tidak beres, ada aib, ada perbuatan mesum, ada saling menyakiti sehingga hal-hal ini yang harus kita perangi atau kita sucikan yaitu kita membersihkan semua yang kotor, jadi ada kegiatan penyucian bagian dalam.
Dalam mengerjakan penyucian ada banyak hal yang harus kita korbankan dan lepaskan, seperti peperangan yang terjadi dalam kisah diatas yang mana ada begitu banyak yang mati dan harta benda yang terlepas tapi itulah harga suatu penyucian yang tidak murah dan tidak gampang sebab kita harus rela melepaskan sesuatu.
Dalam satu tubuh ada banyak anggota, jika dihubungkan dengan bangsa Israel maka mereka ada 12 suku jadi ada 12 anggota yang mana satu dari antaranya telah berbuat noda atau ada aib yaitu suku Benyamin (1 Korintus 12:12-18). Nah jika salah satu anggota bermasalah maka pasti akan merusak yang lain sehingga harus dibersihkan karena daripada hanya karena satu bermasalah maka semua binasa maka lebih baik yang satu itu segera dibersihkan(Matius 5:27-30).  Jadi bisa kita lihat disini bahwa Tuhan tidak main-main tentang penyucian.
Perhatikan! Jika kau berpikir hanya matamu yang najis jadi tidak perlu kuatir tapi sesungguhnya itu bisa membawamu binasa seluruhnya dalam neraka kekal jadi segera ambil tindakan untuk menyucikan  pandangan matamu!

Hak 20:12-13
……menghapus yang jahat…….. Bahasa ini merupakan bahasa penyucian. Keinginan bangsa Israel adalah pembersihan  anggota tubuh, tapi sayang suku Benyamin tidak mau mendengar utusan-utusan yang ada. Ini gambaran dari banyaknya umat Tuhan yang tidak mau mendengarkan berita penyucian yang disampaikan hamba-hamba Tuhan diakhir-akhir ini, dan bukan cuma menolaknya tapi banyak dari umat Tuhan juga yang melawan berita penyucian. Sangat disayangkan sekali karena maksud Tuhan mengenai Penyucian adalah agar kita tidak binasa, jadi saat ini jika kita mendengar Firman penyucian jangan keraskan hatimu!
Untuk mengalami penyucian maka kita harus menerima Firman, mengakui kesalahan, relakan hati kita dihadapan Tuhan maka Tuhan menghapus segala dosa kejahatan kita.
Suku Benyamin melakukan penolakan dan perlawanan, jika kita mulai menolak Firman maka dengan segera kitapun akan melakukan perlawanan terhadap Firman sehingga ini membuat kita tidak lagi setia dalam persekutuan ibadah, hindari hal ini! Karena akan sangat rugi bagi kita jika kita menolak dan melawan Firman sampai tidak beribadah karena sesungguhnya Tuhan sangat mengasihi kita.
Tindakan Benyamin ini juga merupakan sikap yang tidak dengar-dengaran, ingatlah akan Saul; ia ditolak sebagai raja oleh Tuhan hanya karena ia tidak dengar-dengaran karena memang Tuhan lebih senang kita taat dengar-dengaran dari pada korban persembahan.
Jangan kita pertahankan sikap yang tidak dengar-dengaran, sikap yang menolak dan melawan Firman sampai akhirnya debu dikebaskan dari kaki karena ini pertanda bahwa penghukuman ditetapkan.
Untuk penyucian kali ini ada 2 sarana yang Tuhan siapkan yaitu PEDANG DAN API

PEDANG (Hak 20:2,37,46,48):
Firman Tuhan lebih tajam dari pedang bermata dua manapun, dan firman penyucian itu lebih tajam dari pedang bermata dua manapun yang menusuk dalam, membelah, memotong. Demikian pula Firman Tuhan yang mampu menembus kedalaman hati kita sehingga kita tidak bisa menyembunyikan apapun dari hadapanNya.
Sekali lagi untuk mengalami penyucian maka kita harus rela mengorbankan sesuatu. Seperti peperangan yang terjadi ada banyak yang tewas, jadi dalam proses penyucian akan banyak yang tewas dan yang tewas itulah yang tidak tahan penyucian dan keluar.
Matius 10:34-35
Dalam situasi atau kondisi saat ini banyak gereja Tuhan, nikah rumah tangga, dalam satu rumah ada yang saling bermusuhan baik mertua dan menantu, suami dan isteri, anak dan orang tua dsb, jika ini tidak segera diselesaikan maka pasti akan terjadi pemisahan. Dengan FirmanNya Tuhan memisahkan kehidupan yang suci kudus dengan kehidupan yang kotor dan najis.
Jika penyucianNya, pemulihanNya semakin digencarkan maka itu pertanda bahwa sudah tidak lama lagi akan datang, dan inilah yang terbaik bagi kita. Semakin kita memberitakan penyucian maka semakin cepat pula kedatangan Tuhan agar tidak lebih lama lagi kita didunia ini, dunia yang kotor dan penuh ratap tangis, ada lebih baik kita bersama Tuhan dengan sukacitaNya yang kekal.

Ibrani 4:12
Firman itu hidup agar kita hidup, kuat agar kita yang lemah menjadi kuat dan tajam agar tidak ada yang tersembunyi lagi. Sekali lagi PENTING untuk selalu memberitakan Firman penyucian bukan berarti tidak penting mengenai berkat tapi lihatlah;  saat kita mengerjakan penyucian maka dengan sendirinya berkat itu akan datang.
Jangan kita terkecoh dengan berkat dan kebutuhan hidup karena Allah sanggup menyediakan, saat Yesus selesai berpuasa dipadang gurun maka IA lapar dan yang lebih datang mencobaiNya adalah iblis dengan lebih dulu menawarkan makanan seperti yang iblis lakukan saat menjatuhkan Adam pertama yaitu dengan makanan tapi sungguh Yesus yang sempurna karena IA tidak mengikuti keinginan iblis sebab makananNya bukanlah hal yang jasmani tapi kehendak Allah (Yohanes 4:32-33). Ini teladan bagi kita agar kita beribadah bukan untuk menerima berkat saja tapi untuk menerima penyucian dan melakukan kehendak Tuhan.

API (Hak 20:39-40):
Lukas 12:49-51, Yeremia 23:29
Akan ada banyak pertentangan soal penyucian, karena tidak banyak orang yang mau hidup dalam penyucian sebab penyucian tidak mengenakkan daging.
Penyucian itu akan meningkat sampai pada penyucian yang terakhir sampai sempurna, seperti 7x percikan darah dimuka tabut perjanjian (hak 20 terkena Tabut Perjanjian), ini jika lebih dikhususkan maka ditujukan bagi nikah rumah tangga yang harus mengalami penyucian sampai akhirnya masuk dalam nikah rohani.
Jika sudah bicara soal  penyucian maka kita tidak perlu lagi bersusah hati dengan segala kebutuhan hidup jasmani.
Yesaya 4:1
Perempuan itu bicara soal gereja dan angka 7 itu kesempurnaan, gereja yang mau sempurna dan tidak lagi memiliki aib tidak akan memusingkan dirinya dengan makan minum lagi. Jadi apakah lebih penting dari kehidupan kekal dan sempurna?
Jangan lagi kita terpikat dengan pria lain yaitu (2 Kor 11:2-3,13-14) Lucifer/ Rafael yang nampak indah tapi sesungguhnya semua hanya penyamaran saja.
Tapi terpikatlah pada mempelai pria sorga, pria yang tepat (Yes 53:1-3) yang memang nampak hina, jelek tapi itu semua untuk kita.
Wahyu 1:10-16
7 perempuan ini gambaran dari 7 gereja atau 7 sidang yang hidup dalam dosanya tersendiri, tapi mau menggantungkan diri pada mempelai pria yang tepat sehingga aib, dosa, kecemaran diangkat Tuhan. Dan kitapun mengalami kemenangan.
Amin.

By. Pdt. Rudolf Labok