Minggu, 13 April 2014

SEGALA SESUATU HARUS DIPULIHKAN MENJELANG KEDATANGAN TUHAN

Ibdh. PA, Kamis 10 April 2014

Kisah Rasul 3:19-26
Kotbah Petrus diserambi Salomo

3 Faktor penentu kedatangan Tuhan:
  1. InJil kerajaan Allah harus sudah dengar oleh segala mahluk (Mat 24:14).
  2. Pemulihan segala sesuatu (Kis 3:21).
  3. Mempelai Wanita yang telah siap sedia

Pemulihan dimulai dari bertobat (Ay. 19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,), jika dikaitkan dengan  tabernakel khususnya anggota tubuh manusia maka terkena pada  MKB ( kaki bagian tungkai bawah ) dan BP (kaki tungkai atas).
Jadi artinya perjalanan hidup kita harus mengalami pertobatan dan yang utama disini adalah mengenai KASIH KEPADA TUHAN, karena 10 jari kaki ini gambaran dari hukum kasih.
Efesus 2:2a Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu….. (4) Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. (5) Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
 Jika kita melayani tanpa pertobatan maka berarti kita melayani tanpa kasih. Ini layaklah para ahli taurat yang tau Firman tapi tidak melakukan Firman sehingga hidup tanpa pertobatan.
Pada ayat 19 diatas ada 3 penekanan yang perlu kita perhatikan,,,

“Sadar”
                Artinya kita harus selalu sadar mengenai keadaan kita, jangan sampai kita melayani tapi masih mempertahankan dosa, ini berarti kita tidak sadar. Sadar itu artinya ingat kembali ; orang yang sedang tidak sadar tidak jauh berbeda dengan orang yang sedang tidur Ef 5:14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
1 Tes 5:6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. (7) Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. (8) Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.
                Orang yang tidak sadar juga sama dengan orang yang hidup dalam kegelapan, mati rohani dan telanjang (ay.8). Tentu jika kita pelayan Tuhan yang nampak adalah segala kedagingan kita maka sangat jelas kita tidak menjadi saksi bagi orang-orang dunia. Yang harus kita lakukan saat ini adalah mengenakan kembali baju kita yaitu iman, pengharapan dan kasih.
                Sangat penting untuk kita harus tetap mengenakan baju iman karena iman itu mengalahkan dunia, begitu juga dengan pengharapan dan kasih karena dengan ini kita terjaga dan terlindungi dari serangan musuh karena bagaikan kita memakai baju zirah.

“Bertobat”
                Hal pertama dalam langkah untuk bertobat adalah dimulai dengan penyesalan yaitu menyesali semua perbuatan yang melanggar Firman Tuhan baik itu kesalahan besar ataupun kecil. Setelah menyesal maka harus disertai dengan niat untuk memperbaiki yang salah, lalu mengambil tindakan untuk meninggalkan yang salah dan kembali kepada Tuhan. Contoh: Anak bungsu yang terhilang (Luk 15:11-32).
                Anak  bungsu ini sadar akan kesalahannya karena keadaan yang dia alami, jadi kesadarannya bukan karena ia mendengar Firman sehingga sangat ironis sekali dengan keadaan umat Tuhan saat ini yang sudah mendengar Firman dengan terang-terangan dan terbuka tapi tidak juga mau bertobat.
                (Ay.17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.) seharusnya kita umat Tuhan harus menyadari kemerosotan rohani kita, yang mana jika dahulu kita begitu setia dalam melayani, begitu berkobar-kobar tapi sekarang ini bagaimana kerohanian kita? Semua ini bisa terjadi dalam kehidupan pelayanan kita karena kita masih menyimpan dosa. (ay. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,) saat ini biarlah kita memiliki niat untuk bertobat dan bertindak (ay. 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.) tindakan pertobatan yang kita ambil akan membawa kita pada pemulihan, hubungan kita dengan Tuhan akan kembali harmonis.

“Dosa dohapuskan”
                (Ay. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.) dengan mengakui dosa kita dihadapan Tuhan maka dosa kita akan dihapuskan. Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa IA sudah lebih dahulu mengampuni dan mengasihi kita saat IA melihat hati kita yang sudah benar-benar berniat untuk bertobat.

Yang dilakukan BAPA:
Dipakaikan jubah yang baru (jubah iman, jubah pengharapan dan jubah kasih). Jadi jubah yang lama yaitu sifat tabiat dan perbuatan yang lama itu harus ditanggalkan. Perbuatan yang lama itu adalah (ay.13,14,16)menjual hak kesulungan, melarat yaitu kehidupan yang beribadah tapi seperti tidak mendapatkan apa-apa/ tidak memiliki harta rohani, hidup bagaikan seekor babi yaitu kehidupan yang terus menerus keluar masuk dalam dosa serta memakan makanan sisa yaitu suka menerima ajaran-ajaran yang tidak sehat.
Masih banyak lagi yang dilakukan Bapa bagi kita asal kita mau kembali padaNya.
Amin.


By. Pdt. Rudolf Labok

Harus Jeli...

Ibdh. Biston, selasa 8 Apr 2014

Yosua 22:10-14
Suku-suku diseberang Yordan mendirikan medzbah

                Keseluruhan kitab Yosua ini terkena Pintu kemah yang memiliki 5 tiang yang merupakan gambaran dari pelayanan kita karena berkaitan dengan 5 jabatan (Rasul, Guru, Penginjil, Nabi, Gembala) Jabatan-jabatan ini harus bekerja dalam jemaat, dan semua jabatan ini sama dihadapan Tuhan selayaknya tiang yang memiliki tinggi, bentuk, lebar yang sama. Jadi tidak ada yang lebih hebat karena mesing-masing sesuai dengan talenta/ karunia yang diberikan Tuhan.
Galatia 2:9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;
                Seperti Rasul-rasul yang terdahulu yaitu Yakobus, Petrus dan Yohanes tidak merasa lebih hebat dari Paulus dan Barnabas tapi sebaliknya mereka menjalin persekutuan dengan tanda selalu berjabat tangan satu dengan yang lain. Inilah wujud dari bentuk tiang pintu kemah yang sama tinggi dan yang dikaitkan satu dengan yang lain.

Yos 22:11 Lalu terdengarlah oleh orang Israel itu cakap orang: "Telah didirikan mezbah oleh bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu, mezbah menghadap ke tanah Kanaan, di Gelilot pada sungai Yordan, di sebelah wilayah orang Israel.“ (12) Ketika hal itu terdengar oleh orang Israel, berkumpullah segenap umat Israel di Silo, untuk maju memerangi mereka.
                Saat 9 ½ suku mendengar perkataan orang maka mereka langsung marah, inilah yang perlu kita waspadai karena sangat penting bagi kita untuk jeli saat mendengar berita atau perkataan orang lain, mintalah hikmat agar kita bisa tahu apakah yang kita dengar itu perkataan yang membangun atau tidak.

(13) Kemudian orang Israel mengutus kepada bani Ruben, kepada bani Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu, ke tanah Gilead, imam Pinehas bin Eleazar, (14) dan bersama-sama dengan dia sepuluh pemimpin, yakni seorang pemimpin kaum keluarga sebagai wakil tiap-tiap suku Israel. Masing-masing mereka itu kepala kaum keluarganya di antara kaum-kaum orang Israel.
                Mereka mengutus Imam Pinehas kepada 2 ½ suku, ini gambaran dari kehidupan seorang pemimpin, seorang pelayan Tuhan. Jika Pelayanan Tuhan mulai marah-marah maka tahbisannya sudah rusak! Karena salah satu syarat menjadi pelayan Tuhan bukanlah pemarah tapi peramah.
1 Timotius 3:1 Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah.“ (2) Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, (3) bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang,..
                Jadi perhatikan! Sekali lagi … jangan cepat marah karena ini akan membawa kita sampai menuduh orang lian bahkan sampai menghakimi. Seperti bangsa Israel yang 9 ½ suku (16) "Beginilah kata segenap umat TUHAN: Apa macam perbuatanmu yang tidak setia ini terhadap Allah Israel, dengan sekarang berbalik dari pada TUHAN dan mendirikan mezbah bagimu, dengan demikian memberontak terhadap TUHAN pada hari ini?
                Bukan berarti kita tidak boleh marah, tapi kita harus jeli apakah kita marah karena alasan yang tepat atau kita marah tanpa alasan. Dan saat ini yang kita bahas adalah marah yang tanpa alasan.
                2 ½ suku berusaha memberi penjelasan agar tidak larut dalam percekcokkan/ perselisihan.
(21) Lalu jawab bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu, katanya kepada para kepala kaum-kaum orang Israel: (22) "Allah segala allah, TUHAN, Allah segala allah, TUHAN, Dialah yang mengetahui, dan patutlah orang Israel mengetahuinya juga! Jika sekiranya hal ini terjadi dengan maksud memberontak atau dengan maksud berubah setia terhadap TUHAN -- biarlah jangan TUHAN selamatkan kami pada hari ini.
                Jawaban pertama mereka adalah Allah yang maha tahu. Artinya yang mengetahui kita berbuat salah atau kita berdosa itu adalah Tuhan sehingga kita manusia tidak ada hak sedikitpun untuk menghakimi. Jadi kalau ada masalah biarlah Tuhan yang menyelsesaikannya lewat FirmanNya.

(23) Jika sekiranya kami mendirikan mezbah untuk berbalik dari pada TUHAN, untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian di atasnya serta korban keselamatan di atasnya, biarlah TUHAN sendiri yang menuntut balas terhadap kami.
                Jawaban kedua mereka adalah Allah Pembalas. Jadi sangat jelas sekali lagi bahwa pembalasan dan penghakiman itu bukan hak kita tapi haknya Tuhan. Jadi bagaimana dengan kita? Tuhan mengajarkan kita untuk menahan diri, tidak marah sehingga dengan begitu kita terlatih untuk sabar, dan sabar ini merupakan wujud dari kasih Tuhan.

(24) Tetapi sesungguhnya, kami telah melakukannya karena cemas. Sebab pikir kami: Di kemudian hari anak-anak kamu mungkin berkata kepada anak-anak kami, demikian: Apakah sangkut pautmu dengan TUHAN, Allah Israel?
                Jawaban mereka yang ketiga adalah mereka dalam keadaan cemas. Yang mereka cemaskan adalah jangan sampai generasi mereka tidak lagi beribadah kepada Tuhan.
Apakah kita juga berpikiran yang sama? Apakah kita merasa cemas dengan masa depan anak kita? Dimana anak-anak kita sekarang? Apakah kita selama ini memperhatikan keselamatannya? Jangan sampai anak-anak kita disebut orang kafir!

(25) Bukankah TUHAN telah menentukan sungai Yordan sebagai batas antara kami dan kamu, hai orang bani Ruben dan bani Gad! Kamu tidak mempunyai bagian akan TUHAN. Demikianlah mungkin anak-anak kamu membuat anak-anak kami berhenti dari pada takut akan TUHAN.
                Kecemasan mereka juga adalah jangan sampai anak-anak mereka ada batasan dengan Tuhan. Saat ini banyak hal didunia ini menjadi pembatas antara anak-anak kita dengan Tuhan. Contohnya saat ini banyak anak-anak yang tidak beribadah karena lebih memilih nonton tv, lebih memilih bermain game dsb.
                Sebagai orang tua kita perlu mewaspadai hal-hal ini agar kita maupun generasi kita kemudian tetap menyembah dan beribadah kepada Tuhan.
Amin.


By. Pdt. Rudolf Labok

Senin, 07 April 2014

Jangan Cepat Marah....

Ibdh. Biston, selasa 1 April 2014

Yosua 22:9-14
Suku-suku disebrang Yordan medirikan Medzbah

Dalam AY.27 menjelaskan bahwa tujuan medzbah didirikan oleh 2 ½ agar menjadi saksi bagi mereka bahwa mereka ada hubungan dengan Tuhan. Begitu juga dengan kita biarlah kita selalu membangun medzbah dengan Tuhan atau ada hubungan dengan Tuhan dengan selalu beribadah, berdoa dan menyembah Tuhan agar kita menjadi berbeda dengan orang dunia.

Ay.11-12
Ketika 9 ½ suku mendengar bahwa saudara mereka yang 2 ½ itu membangun medzbah, merekapun marah. Ini banyak kali terjadi dalam hidup kita yang mana saat kita mendengar suatu berita maka tanpa mengetahui dengan pasti, belum tahu duduk persoalannya kitapun langsung marah, ini yang namanya marah tanpa alasan, jadi biarlah kita berhati-hati karena dalam Firman Tuhan berkata jika kita gampang marah maka kita termasuk orang bodoh. Oleh sebab itu biarlah kita belajar untuk lebih dahulu mencari tahu apa persoalan yang sebenarnya agar kita bisa mengatasi permasalahan dengan baik.

Yakobus 1:19-20
Ajaran Firman bagi kita adalah kita harus cepat mendengar tapi lambat berkata-kata dan lambat marah. Ingatlah selalu bahwa amarah dihadapan Tuhan tidak mengerjakan kebenaran berarti amarah itu tidak baik. Artinya “cepat marah” itu yang tidak benar karena ada Firman juga yang mengatakan bahwa marah itu boleh asalkan jangan menyimpannya sampai matahari terbenam.
Saat ini jika hati kita ada amarah maka biarlah kita akui itu dihadapan Tuhan dan mohon pendamaian agar kita layak menghadap Tuhan dalam doa dan penyembahan kita.

AKIBAT CEPAT MARAH
1). Ay.15-18. menuduh dan menghakimi
Jika kembali dalam kisah diatas maka apakah 9 ½ suku yang marah itu telah berbuat dosa?
Jika dilihat dari Firman Tuhan mereka sudah marah, menuduh bahkan menghakimi.
Jadi bisa kita belajar dari Firman Tuhan bahwa orang yang cepat marah itu mudah untuk langsung menuduh dan menghakimi. Jadi jawabannya adalah 9 ½ suku telah berdosa atau bersalah dengan perkataan.

2.) Ay.25. membarasi orang untuk beribadah dan berdoa.
……..sungai Yordan sebagai batas antara kami dan kamu…………Kalau sudah menuduh dan menghakimi maka selanjutnya pasti akan membatasi orang untuk beribadah dan berdoa. Hal ini jangan sampai kita lakukan yaitu akibat perkataan kita membuat orang lain tidak bisa beribadah, tidak bisa berdoa, tidak lagi percaya Tuhan dsb.
Sungai Yordan berbicara tentang perkara-perkara duniawi, saat ini perkara-perkara duniawi banyak kali membuat kita tidak bisa menyembah dan tidak bisa beribadah 1 Yohanes 2:15-16. sungai Yordan inipun alirannya mengalir kehilir atau berlawanan artinya banyak hal-hal yang kita lakukan berlawanan dengan kehendak Tuhan.
Ingatlah selalu bahwa hal-hal duniawi yang membuat kita tidak bisa beribadah dan menyembah Tuhan merupakan strategi iblis untuk membuat kita semakin sejauh dari Tuhan bahkan sampai hubungan kita dengan Tuhan terputus.
3 hal yang menonjol dalam perkara-perkara duniawi yaitu keinginan daging (kemalasan, sungutan, lelah, pertengkaran dsb), keinginan mata dan keangkuhan hidup.

3). Ay.23. membalas kejahatan dengan kejahatan.
Dalam wahyu 22:12 mengingatkan kita bahwa balasan itu bukan hak kita, itu adalah urusan Tuhan. Jika kita melihat orang bersalah maka tugas kita bukan menjatuhkan, bukan menghakimi bahkan bukan membalas tapi kita harus mengangkatnya.
Antara 9 ½ suku dan 2 ½ mana yang lebih banyak? Pasti yang 9 ½ suku. Artinya bila kita berada pada pihak yang kuat dan banyak maka jangan kita merasa diri kuat sehingga kita dengan semena-mena terhadap yang lemah tapi sebaliknya biarlah kita yang kuat menolong mereka yang lemah.
Amin.


By. Pdt. Rudolf labok


PERANG!!!!!!

Ibdh. Fellowship Minggu 6 April 2014
 
Hakim-hakim 20:18-30
Peperangan orang Israel melawan bani Benyamin

                Sekali lagi kita perlu ketahui bahwa kitab hakim-hakim dan Yosua ini berbicara mengenai peperangan tapi bagi kita artinya adalah usaha atau proses penyucian. Dan peperangan yang terjadi saat ini adalah peperangan melawan saudara atau perang antar saudara yaitu antara 11 suku dengan 1 suku (suku Benyamin).
                Kitab Hakim-hakim ini terkena pintu kemah yaitu berbicara soal suasana kasih karunia, jaman gereja jaman dimana kasih karunia Allah diberlakukan. Jika kita berada pada posisi ini maka kita harus sungguh-sungguh agar benar-benar kita merasakan kasih karunia demi kasih karunia yang memberi kita kesempatan untuk selalu dapat bertobat.
                Dalam kesempatan ini kita akan belajar mengenai KEPUTUSAN TUHAN. 3 x Umat Israel bertanya kepada Tuhan mengenai apakah mereka harus berperang atau tidak. Ini pelajaran bagi  kita agar jangan melakukan sesuatu diluar kehendak Tuhan sehingga wajiblah kita bertanya dahulu pada Tuhan apa yang harus kita lukakan agar apapun langkah yang kita ambil itu Tuhan turut bertanggung jawab.
                Peperangan yang lakukan oleh umat israel menyebabkan banyak prajurit yang gugur, pertanyaan bagi kita, apakah prajurit  dari 11 suku tersebut yang tewas dalam perangnya Tuhan itu selamat atau tidak? Tentu selamat. Karena mereka berperang berdasar kehendak Tuhan sama seperti kita saat ini jika kita melayani Tuhan dan mengalami kematian maka kita akan selamat karena kita melayani Tuhan, berbeda dengan suku Benyamin mereka tewas karena itu kehendak Tuhan atau hukuman Tuhan artinya jangan sampai kita menderita karena berbuat dosa tapi biarlah kita menderita karena berbuat baik sebab itulah jalan Tuhan.

PEPERANGAN ROHANI
Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. (11) Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; (12) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
                Seperti Firman Tuhan yang tertulis bahwa kita sedang berperang melawan roh-roh jahat diudara yang berusaha menjatuhkan iman kita. Baik lewat amarah, kebencian, dendam dan lain sebagainya.
Hak 20:18, 23, 27
                3x orang Israel bertanya kepada Tuhan, cara mereka bertanya tidak secara langsung tapi melalui Imam Besar, sehingga Imam Besar merupakan perantara antara manusia dengan Allah karena yang bisa mendekat ke tabut perjanjian hanyalah Imam Besar.
1 Yoh 2:1 Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. (2) Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
                Kalau dulu perantara dari umat Tuhan itu adalah Imam besar Harun, Pinehas dsb tapi saat ini bagi kita yang menjadi perantara antara kita dengan Allah adalah Yesus, dengan RohNya IA ada dimanapun kita membutuhkan.
                3x umat Israel bertanya ini gambaran bagi kita untuk selalu berdoa, bahkan berulang-ulang kita berdoa maka pasti kita akan sangat mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan. Oleh sebab itu jangan jemu-jemu berdoa, jangan bosan dan jenuh karena doa itu bagaikan nafas hidup kita.
Hak 20:27 Dan orang-orang Israel bertanya kepada TUHAN -- pada waktu itu ada di sana tabut perjanjian Allah, (28) dan Pinehas bin Eleazar bin Harun menjadi imam Allah pada waktu itu -- kata mereka: "Haruskah kami maju sekali lagi untuk berperang melawan bani Benyamin, saudara kami itu, atau haruskah kami hentikan itu?" Jawab TUHAN: "Majulah, sebab besok Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu."
                Pada ayat 28 Pinehas selaku Imam Allah saat itu untuk ke 3xnya bertanya pada Tuhan apakah benar harus berperang melawan saudaranya atau tidak karena selaku manusia yang ada hubungan saudara pasti ada rasa tidak tega tapi berbeda dengan Tuhan yang memandang bahwa penyucian itu diatas segalanya, dalam hidup kita juga perlu kita tegaskan bahwa apapun itu jangan kita kompromi tapi kita tetap harus mengalami penyucian terhadap dosa apapun harganya.
                Saat Pinehas bertanya kepada Tuhan maka ia berada di depan Tabaut Perjanjian (kel 25:22 Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel.“
                Secara khusus pasal 20 Hakim-hakim ini terkena pada Tabut perjanjian dengan 7 x percikan darah dimuka tabut. Ini berbicara soal proses penyucian terakhir menuju kesempurnaan, bagi  kita saat ini jangan kita main-main karena IA mengerjakan penyucian bagi kita bukan dengan asal-asalan tapi dengan DarahNya yang kudus jadi sekali lagi JANGAN MAIN-MAIN, sebagai imam yang ditahbiskan Tuhan maka kita juga dalam melayani jangan main-main!
                7 jemaat dalam kitab wahyu itu gambaran dari penyucian terakhir menuju kesempurnaan, contoh pertama kita lihat jemaat Efesus yang meskipun setia dalam berbagai ibadah dan pelayanan tapi Tuhan melihat bahwa pelayanan dan ibadah mereka lakukan tanpa kasih (wahyu 2:2-7).
                Melayani tanpa kasih merupakan kejatuhan yang amat dalam, ingatlah IA mengangkat kita dari lumpur dosa, IA turun kedunia dan rela disalib karena IA sudah lebih dahulu mengasihi kita. Saat ini Tuhan menyatakan dosa kita seperti jemaat diEfesus itu tanda bahwa IA memberi kita kesempatan untuk bertobat. Jika kita tidak mau menerima penyucian ini maka yang ada hanyalah penghukuman. Sebaliknya jika kita taat pada Firman dan mau bertobat maka kita diberi makan dari pohon kehidupan.
                ini hanyalah salah satu contoh dari 7 jemaat yang ada.
                Pada minggu yang lalu kita telah belajar bahwa peperangan terjadi dengan pedang dan api artinya penyucian itu terjadi melalui kekuatan Firman yang kuat dan tajam dan Roh Kudus yang menerangi kegelapan.
Kel 28:29 Demikianlah di atas jantungnya harus dibawa Harun nama para anak Israel pada tutup dada pernyataan keputusan itu, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus, supaya menjadi tanda peringatan yang tetap di hadapan TUHAN. (30) Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN.
                Urim itu api/terang dan Tumim itu Pedang, Ibrani 4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. (13) Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
                Jadi keputusan Tuhan adalah PENYUCIAN terhadap segala macam dosa, tanpa kompromi. Sehingga saat ini kitapun harus siap menerima Urim dan Tumim yaitu kuasa penyucian Firman dan Roh Kudus.
Manfaat penyucian:
                2 Tesalonika, pasal 1 berbicara pekerjaan Umim, pasal 2 berbicara pekerjaan Tumim dan pasal 3 berbicara pekerjaan Urim dan Tumim.
(2 Tes 1:3-10) jika kita menerima penyucian dari kuasa Api Roh Kudus maka kita akan terluput dari penghukuman dalam api yang menyala-nyala.
(2 Tes 2:3-12) jika kita mau menerima penyucian dari Firman maka kita akan terbebas dari kesesatan dan pendurhakaan.
Jadi saat ini biarlah kita terus menerima penyucian meskipun sakit bagi daging kita tapi ingatlah kita akan menerima janji yang indah kelak.
Amin.

By,. Pdt. Rudolf Labok


Rabu, 02 April 2014

PENYUCIAN

Ibdh. Fellowship Minggu, 30 Maret 2014

Hakim-hakim 20:1-16
Peperangan orang Israel melawan bani Benyamin

Kisah ini bisa dikatakan sebagai perang saudara karena terjadi antara suku-suku dalam bangsa Israel sendiri. Dan ini disebabkan hanya oleh beberapa orang-orang dursila yaitu orang-orang kehidupannya berkelakuan buruk.
Bagi kita saat ini artinya kita ini adalah saudara dalam Tuhan (Efesus 2:19) dan yang kita hadapi saat ini adalah peperangan melawan dosa. Karena banyak kita dapati dalam keluarga ada banyak hal yang tidak beres, ada aib, ada perbuatan mesum, ada saling menyakiti sehingga hal-hal ini yang harus kita perangi atau kita sucikan yaitu kita membersihkan semua yang kotor, jadi ada kegiatan penyucian bagian dalam.
Dalam mengerjakan penyucian ada banyak hal yang harus kita korbankan dan lepaskan, seperti peperangan yang terjadi dalam kisah diatas yang mana ada begitu banyak yang mati dan harta benda yang terlepas tapi itulah harga suatu penyucian yang tidak murah dan tidak gampang sebab kita harus rela melepaskan sesuatu.
Dalam satu tubuh ada banyak anggota, jika dihubungkan dengan bangsa Israel maka mereka ada 12 suku jadi ada 12 anggota yang mana satu dari antaranya telah berbuat noda atau ada aib yaitu suku Benyamin (1 Korintus 12:12-18). Nah jika salah satu anggota bermasalah maka pasti akan merusak yang lain sehingga harus dibersihkan karena daripada hanya karena satu bermasalah maka semua binasa maka lebih baik yang satu itu segera dibersihkan(Matius 5:27-30).  Jadi bisa kita lihat disini bahwa Tuhan tidak main-main tentang penyucian.
Perhatikan! Jika kau berpikir hanya matamu yang najis jadi tidak perlu kuatir tapi sesungguhnya itu bisa membawamu binasa seluruhnya dalam neraka kekal jadi segera ambil tindakan untuk menyucikan  pandangan matamu!

Hak 20:12-13
……menghapus yang jahat…….. Bahasa ini merupakan bahasa penyucian. Keinginan bangsa Israel adalah pembersihan  anggota tubuh, tapi sayang suku Benyamin tidak mau mendengar utusan-utusan yang ada. Ini gambaran dari banyaknya umat Tuhan yang tidak mau mendengarkan berita penyucian yang disampaikan hamba-hamba Tuhan diakhir-akhir ini, dan bukan cuma menolaknya tapi banyak dari umat Tuhan juga yang melawan berita penyucian. Sangat disayangkan sekali karena maksud Tuhan mengenai Penyucian adalah agar kita tidak binasa, jadi saat ini jika kita mendengar Firman penyucian jangan keraskan hatimu!
Untuk mengalami penyucian maka kita harus menerima Firman, mengakui kesalahan, relakan hati kita dihadapan Tuhan maka Tuhan menghapus segala dosa kejahatan kita.
Suku Benyamin melakukan penolakan dan perlawanan, jika kita mulai menolak Firman maka dengan segera kitapun akan melakukan perlawanan terhadap Firman sehingga ini membuat kita tidak lagi setia dalam persekutuan ibadah, hindari hal ini! Karena akan sangat rugi bagi kita jika kita menolak dan melawan Firman sampai tidak beribadah karena sesungguhnya Tuhan sangat mengasihi kita.
Tindakan Benyamin ini juga merupakan sikap yang tidak dengar-dengaran, ingatlah akan Saul; ia ditolak sebagai raja oleh Tuhan hanya karena ia tidak dengar-dengaran karena memang Tuhan lebih senang kita taat dengar-dengaran dari pada korban persembahan.
Jangan kita pertahankan sikap yang tidak dengar-dengaran, sikap yang menolak dan melawan Firman sampai akhirnya debu dikebaskan dari kaki karena ini pertanda bahwa penghukuman ditetapkan.
Untuk penyucian kali ini ada 2 sarana yang Tuhan siapkan yaitu PEDANG DAN API

PEDANG (Hak 20:2,37,46,48):
Firman Tuhan lebih tajam dari pedang bermata dua manapun, dan firman penyucian itu lebih tajam dari pedang bermata dua manapun yang menusuk dalam, membelah, memotong. Demikian pula Firman Tuhan yang mampu menembus kedalaman hati kita sehingga kita tidak bisa menyembunyikan apapun dari hadapanNya.
Sekali lagi untuk mengalami penyucian maka kita harus rela mengorbankan sesuatu. Seperti peperangan yang terjadi ada banyak yang tewas, jadi dalam proses penyucian akan banyak yang tewas dan yang tewas itulah yang tidak tahan penyucian dan keluar.
Matius 10:34-35
Dalam situasi atau kondisi saat ini banyak gereja Tuhan, nikah rumah tangga, dalam satu rumah ada yang saling bermusuhan baik mertua dan menantu, suami dan isteri, anak dan orang tua dsb, jika ini tidak segera diselesaikan maka pasti akan terjadi pemisahan. Dengan FirmanNya Tuhan memisahkan kehidupan yang suci kudus dengan kehidupan yang kotor dan najis.
Jika penyucianNya, pemulihanNya semakin digencarkan maka itu pertanda bahwa sudah tidak lama lagi akan datang, dan inilah yang terbaik bagi kita. Semakin kita memberitakan penyucian maka semakin cepat pula kedatangan Tuhan agar tidak lebih lama lagi kita didunia ini, dunia yang kotor dan penuh ratap tangis, ada lebih baik kita bersama Tuhan dengan sukacitaNya yang kekal.

Ibrani 4:12
Firman itu hidup agar kita hidup, kuat agar kita yang lemah menjadi kuat dan tajam agar tidak ada yang tersembunyi lagi. Sekali lagi PENTING untuk selalu memberitakan Firman penyucian bukan berarti tidak penting mengenai berkat tapi lihatlah;  saat kita mengerjakan penyucian maka dengan sendirinya berkat itu akan datang.
Jangan kita terkecoh dengan berkat dan kebutuhan hidup karena Allah sanggup menyediakan, saat Yesus selesai berpuasa dipadang gurun maka IA lapar dan yang lebih datang mencobaiNya adalah iblis dengan lebih dulu menawarkan makanan seperti yang iblis lakukan saat menjatuhkan Adam pertama yaitu dengan makanan tapi sungguh Yesus yang sempurna karena IA tidak mengikuti keinginan iblis sebab makananNya bukanlah hal yang jasmani tapi kehendak Allah (Yohanes 4:32-33). Ini teladan bagi kita agar kita beribadah bukan untuk menerima berkat saja tapi untuk menerima penyucian dan melakukan kehendak Tuhan.

API (Hak 20:39-40):
Lukas 12:49-51, Yeremia 23:29
Akan ada banyak pertentangan soal penyucian, karena tidak banyak orang yang mau hidup dalam penyucian sebab penyucian tidak mengenakkan daging.
Penyucian itu akan meningkat sampai pada penyucian yang terakhir sampai sempurna, seperti 7x percikan darah dimuka tabut perjanjian (hak 20 terkena Tabut Perjanjian), ini jika lebih dikhususkan maka ditujukan bagi nikah rumah tangga yang harus mengalami penyucian sampai akhirnya masuk dalam nikah rohani.
Jika sudah bicara soal  penyucian maka kita tidak perlu lagi bersusah hati dengan segala kebutuhan hidup jasmani.
Yesaya 4:1
Perempuan itu bicara soal gereja dan angka 7 itu kesempurnaan, gereja yang mau sempurna dan tidak lagi memiliki aib tidak akan memusingkan dirinya dengan makan minum lagi. Jadi apakah lebih penting dari kehidupan kekal dan sempurna?
Jangan lagi kita terpikat dengan pria lain yaitu (2 Kor 11:2-3,13-14) Lucifer/ Rafael yang nampak indah tapi sesungguhnya semua hanya penyamaran saja.
Tapi terpikatlah pada mempelai pria sorga, pria yang tepat (Yes 53:1-3) yang memang nampak hina, jelek tapi itu semua untuk kita.
Wahyu 1:10-16
7 perempuan ini gambaran dari 7 gereja atau 7 sidang yang hidup dalam dosanya tersendiri, tapi mau menggantungkan diri pada mempelai pria yang tepat sehingga aib, dosa, kecemaran diangkat Tuhan. Dan kitapun mengalami kemenangan.
Amin.

By. Pdt. Rudolf Labok


Selasa, 11 Maret 2014

Ketaatan

Ibdh. Fellowship, Minggu 2 Maret 2014
 
Hakim-hakim 19:22-30
Perbuatan Noda diGibea

                Hal yang terjadi ini merupakan perbuatan yang sangat keji dan kejam. Dan yang kita baca ini adalah salah satu bentuk dosa yang dilakukan terhadap sesama saudara karena ini terjadi diantara suku-suku diIsrael yaitu suku Lewi dan Benyamin.
Jelas ini adalah dosa yaitu pelanggaran akan hukum Allah dan tentu setiap pelanggaran hukum itu ada sangsinya.

AYAT 23-24 Lalu keluarlah pemilik rumah itu menemui mereka dan berkata kepada mereka: "Tidak, saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat; karena orang ini telah masuk ke rumahku, janganlah kamu berbuat noda. (24) Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda."
                Sudah ada larangan untuk tidak berbuat dosa, tapi tidak didengar dan tidak ditaati. Ingatlah bahwa Firman Tuhan itu sifatnya PERINTAH dan LARANGAN. Kejadian 2:15-17 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. (16) Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, (17) tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
                Pemilik rumah yang memberi tumpangan pada orang Lewi itu yang merupakan orang yang sudah tua sudah memberi larangan untuk jangan berbuat dosa bahkan jika kita lihat dalam ayat-ayat diatas orang tua tersebut memberi larangan bahkan sampai 3x ini tandanya sangat penting.
Firman Tuhan jika disampaikan sampai berulang-ulang tandanya hal tersebut sangat penting. Dan jika melanggar peintah Allah yang berarti melakukan dosa pasti ada upahnya. 1 Yoh 3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Yoh 12:48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.
                Saat kita menolak Firman Tuhan atau tidak mau melakukan perintah Firman maka dengan sendirinya kita telah menjadikan Firman Tuhan itu hakim bagi diri kita sendiri.
Ibrani 6:4-6 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, (5) dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, (6) namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
                Sudah tiga kali orang-orang dursila itu diberi larangan tapi tidak mau mendengar artinya mereka sudah tahu Firman Tuhan tapi dengan sengaja berbuat dosa maka tidak ada pengampunan karena itu merupakan penghinaan terhadap Pengorbanan Kristus. Ibrani 10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
1 Yoh 3:6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
                Ini merupakan perkembangan dari dosa, dosa itu membuat orang tertutup matanya sehingga orang tidak lagi melihat Tuhan yang Benar, Tuhan yang Kudus, Tuhan yang Suci tapi yang dilihat hanyalah pekerjaan iblis yang membuat dia terus dalam kejahatan sehingga tidak mengenal apa itu kebaikan, apa itu kekudusan, apa itu hal-hal yang rohani.
1 Yoh 3:7-8 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; (8) barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
                Otomatis jika tetap dalam dosa maka pandangan tertutup dan akibatnya kita kehilangan arah dan tersesat.
Orang-orang dursila diatas itu termasuk dalam suku Benyamin, ini gambaran dari kehidupan saat ini yang mana banyak orang-orang yang percaya Yesus (kristiani) tapi hidupnya dursila. Dan ini dalangnya adalah iblis karena dia tidak mau kita hidup suci, hidup benar dan hidup kudus sama seperti Kristus sehingga ia berusaha membuat kita jatuh dalam dosa agar mata kita tidak mengenal Tuhan lagi.

AYAT 25 Tetapi orang-orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya. Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya kepada mereka ke luar, kemudian mereka bersetubuh dengan perempuan itu dan semalam-malaman itu mereka mempermainkannya, sampai pagi. Barulah pada waktu fajar menyingsing mereka melepaskan perempuan itu.
                Pasal 19 hakim-hakim ini terkena Tabut Perjanjian gambaran dari Kabar Mempelai. Jadi sasaran iblis akhir-akhir ini adalah mengincar kehidupan nikah hamba-hamba Tuhan dan anak-anak Tuhan yang sedang setia bersekutu dengan Tuhan, bersekutu dengan Firman, nikah yang sedang berbicara kesucian dsb. Sehingga dengan cara apapun iblis itu bekerja, kalau perlu dengan kekerasan.
Jadi hati-hati! Iblis berusaha merusak isteri, merusak suami, merusak anak gadis.
                Lihatlah pada ayat 22 dimana mereka sedang bergembira, orang-orang dursila itu datang artinya saat nikah kita sedang berbahagia dalam Tuhan, suami isteri satu dalam doa dan penyembahan, sedang dalam keharmonisan maka jangan sampai kita lengah tapi kita tetap waspada dan berjaga-jaga karena pada saat itu iblis sedang mengincar kita. Suami harus tetap berdoa buat isteri dan sebaliknya isteri berdoa bagi suami.
                Orang-orang dursila mengepung sekeliling rumah artinya iblis mengelilingi kita dan mengincar kita untuk mencari  kesempatan agar menjatuhkan kita. Ketika iblis berhasil masuk maka kita bisa lihat perubahan dalam nikah yang mana tidak lagi ada damai, tapi yang ada adalah pertengkaran. Ini artinya kita tidak siaga!
                Orang Lewi diatas menyerahkan isterinya kepada orang dursila, sebagai suami itu gambaran dari Kepala dan isteri adalah tubuh, tapi tubuhnya diserahkan pada hal yang cabul. 1 Kor 6:15-16 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! (16) Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."
                Jadi kehidupan gundik saat itu gambaran dari kehidupan gereja Tuhan yang sedang dipermainkan dalam dosa percabulan, dosa perzinahan. Sehingga hidup dikuasai oleh kuasa daging, perbuatan daging karena telah menjadi satu daging dengan dosa tersebut.
1 Kor 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
Oleh sebab itu jangan kita serahkan hidup kita dalam dosa perzinahan/ percabulan tapi biarlah kita serahkan pada Tuhan.
                Apa yang dilakukan dari seorang Lewi itu merupakan gambaran dari suami yang tidak bertanggung jawab. Padahal Firman Tuhan sangat jelas bahwa seorang suami itu harus bertanggung jawab terhadap keselamatan isterinya. Tapi dunia saat ini terbalik, suami membiarkan isterinya tetap dalam perbuatan dosa bahkan kita lihat bahwa ada banyak suami yang membiarkan isterinya menjadi pelacur demi mendapatkan kebutuhan hidup, sungguh sangat besar dosa yang terjadi saat ini.
Ayat  25 ...........mempermainkannya.............. Kata ini bisa kita simak baik-baik bahwa untuk keadaan saat ini atau jaman sekarang hal ini adalah tontonan pornografi. Perhatikan! Jangan sampai hidup kita terjebak didalamnya karena ini adalah strategi iblis untuk membuat Hamba Tuhan mati, anak Tuhan mati, gereja Tuhan mati! Sehingga puncaknya adalah babel besar yaitu ibu dari percabulan, dari raja sampai rakyat jatuh dalam dosa seks.
                Jadi jaga nikahmu! Ingat dari sejak taman Eden iblis sudah mengincar nikah, ingatlah akan Tuhan Yesus Kristus dan tetap dalam penggembalaan, berpegang terus pada Firman Allah karena ini satu-satunya yang memampukan kita menghadapi siasat iblis dan Yesuslah satu-satunya yang menjadi perlindungan kita. Harta dunia tidak menjamin keselamatan nikah kita, kekayaan tidak menjamin keselamatan hidup kita.
Dipagi hari sang gundik kembali tapi terlambat karena akhirnya mati. Artinya jangan sampai kita terlambat, jangan tunggu kita benar-benar binasa baru mau kembali pada Tuhan.

AYAT 29 Sesampai di rumah, diambilnyalah pisau, dipegangnyalah mayat gundiknya, dipotong-potongnya menurut tulang-tulangnya menjadi dua belas potongan, lalu dikirimnya ke seluruh daerah orang Israel. (30) Dan setiap orang yang melihatnya, berkata: "Hal yang demikian belum pernah terjadi dan belum pernah terlihat, sejak orang Israel berangkat keluar dari tanah Mesir sampai sekarang. Perhatikanlah itu, pertimbangkanlah, lalu berbicaralah!"
Hal ini menunjukkan pada kita bahwa dosa itu semakin meningkat.
Wahyu 22:11 Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!“ (12) "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.
Jadi semua tergantung pilihan kita, jika mau selamat maka masuklah dalam kebenaran, kesucian dan kekudusan tapi kalau tetap dalam dosa maka upahnya adalah kebinasaan, neraka kekal.
1 Raj 11:29-33 Pada waktu itu, ketika Yerobeam keluar dari Yerusalem, nabi Ahia, orang Silo itu, mendatangi dia di jalan dengan berselubungkan kain baru. Dan hanya mereka berdua ada di padang. (30) Ahia memegang kain baru yang di badannya, lalu dikoyakkannya menjadi dua belas koyakan. (31) dan ia berkata kepada Yerobeam: "Ambillah bagimu sepuluh koyakan, sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari tangan Salomo dan akan memberikan kepadamu sepuluh suku. (32) Tetapi satu suku akan tetap padanya oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem, kota yang Kupilih itu dari segala suku Israel. (33) Sebabnya ialah karena ia telah meninggalkan Aku dan sujud menyembah kepada Asytoret, dewi orang Sidon, kepada Kamos, allah orang Moab dan kepada Milkom, allah bani Amon, dan ia tidak hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dengan melakukan apa yang benar di mata-Ku dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, seperti Daud, ayahnya.
Jadi potongan-potongan yang terbagi tersebut merupakan gambaran dari umat Tuhan yang sudah tidak lagi bersatu, yang ada adalah perpecahan. Ini akibat dari dosa!
Apa yang dilakukan orang Lewi tersebut terhadap mayat isterinya ternyata untuk menyadarkan bangsa Israel bahwa mereka sudah tidak lagi dalam persatuan, sudah tidak lagi saling mengasihi. Namun akhirnya cara ini membuat Israel sadar, artinya sangat aneh bagi kita karena dengan mayat Israel sadar dan mulai bersatu,,,, inilah cara Tuhan yang tidak terpikirkan bagi kita manusia.
1 Sam 11:6-7 Ketika Saul mendengar kabar itu, maka berkuasalah Roh Allah atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat. (7) Diambilnyalah sepasang lembu, dipotong-potongnya, lalu potongan-potongan itu dikirimkannya ke seluruh daerah Israel dengan perantaraan utusan, pesannya: "Siapa yang tidak maju mengikuti Saul dan mengikuti Samuel, lembu-lembunya akan diperlakukan juga demikian." Lalu TUHAN mendatangkan ketakutan kepada bangsa itu, sehingga majulah mereka serentak.
Kisah ini juga sama dengan kisah diatas, yang mana cara Tuhan berbeda dengan cara kita.
                Pada hakekatnya kes
atuan itu tidak mudah karena butuh pengorbanan. Seperti Yesus yang demi mempersatukan kita DIA rela mengorbankan dirinya sendiri. Jika kita ingin nikah kita tetap dalam kesatuan maka kita harus mengorbankan kegoisan kita antara suami dan isteri, orang tua dan anak-anak. Jika kita tidak mau berkorban maka tidak akan terjadi kesatuan.
Begitu juga jika kita rindu bersatu dengan Tuhan maka kita harus rela berkorban, mengorbankan semua keinginan daging kita, mengorbankan waktu kita dsb. Amin.

By. Pdt. Rudolf Labok


Kamis, 27 Februari 2014

Kemana, kemana? Tujuan akhirmu?

Ibdh. Fellowship, Minggu 23 Februari 2014

Hakim-hakim 19:20-30
Perbuatan Noda diGibea

Kita ketahui bersama bahwa gundik ini berasal dari suku Yehuda, suaminya dari suku Lewi dan yang melakukan noda itu adalah suku Benyamin jadi hal ini terjadi diantara saudara bersaudara dan kejadian ini sangat keji dan baru terjadi (ay. 30).
Kitab Hakim-hakim ini bersuasana perang atau suasana pergumulan tapi hal ini terjadi diKanaan yang arti rohaninya adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir, diKanaan ini terdapat susu dan madu yang melimpah tanda suatu kekayaan dan kesejahteraan. Sedangkan jika dikaitkan dengan Tabernakel maka secara keseluruhan kitab ini terkena pada Pintu Kemah yang mmemiliki 5 tiang dan tirainya yang memiliki 4 warna yang menggambarkan 4 sifat Yesus. Tiang pintu kemah  ini gambaran dari 5 jabatan dalam pelayanan. Dan pelayanan ini dijalani oleh suku Lewi, baik memasang Tabernakel maupun membongkarnya sesuai dengan perintah Tuhan.

Ay. 20 Lalu berkatalah orang tua itu: "Jangan kuatir! Segala yang engkau perlukan biarlah aku yang menanggung, tetapi janganlah engkau bermalam di tanah lapang kota ini."
Kisah ini terjadi dalam nikah seorang Lewi ini saat mereka hendak kembali kerumahnya jadi hal ini terjadi ditengah jalan, artinya saat ini kita gereja Tuhan sedang dalam perjalanan menuju tujuan kita untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Ditengah jalan ini banyak hal yang bisa terjadi yang bisa menentukan apakah kita akan sampai tujuan dengan selamat atau tidak.
Jika kita seorang pemabuk, penjahat dsb maka kita adalah kawan iblis tapi jika orang yang takut akan Tuhan dan sedang berjalan dalam jalan Tuhan maka kita menjadi incaran iblis karena iblis tidak mau kita mencapai tujuan akhir yaitu ia tidak ingin kita mencapai keslamatan jiwa. 1 Petrus  1:8-9 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, (9) karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
Saat kita berjalan dalam iman atau dalam percaya kita kepada Tuhan maka iblis sangat tidak senang. Karena jika kita telah memperoleh keselamatan maka kita adalah milik Tuhan.
1 Petrus 1:6-7 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. (7) Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
Tapi perhatikan! Dalam kita hendak mencapai tujuan iman kita maka kita akan melewati berbagai-bagai tantangan dan rintangan (salib). Sehingga bagi daging kita merasa sangat tidak enak tapi jika kita merenungkannya maka Salib itu sangat indah jika hadapi dengan iman walaupun konsekuensi dari Salib itu adalah air mata. Seperti yang dialami oleh Lewi ini yang harus kehilangan istrinya.
Cobaan dan rintangan itu merupakan ujian bagi iman kita karena Tuhanpun ingin melihat sejauh mana iman kita kepadaNya. Jika iman kita sungguh-sungguh kepada Tuhan maka pada hari Tuhan kita akan menyongsong DIA dan kita memperoleh puji-pujian dari Tuhan.
Jadi saat ini jika dalam perjalanan,  kita menghadapi masalah maka biarlah kita menyelesaikannya agar tidak menghambat perjalanan kita mencapai tujuan.

AY. 22 Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia."
Kehidupan dursila adalah orang-orang yang dikuasai oleh kejahatan dan kenajisan. Contohnya seperti dalam 1 Samuel 2:12 Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN,
Perhatikan! Jangan sampai kita seperti anak-anak Imam Eli ini,  jika digereja kita dikenal sebagai orang yang saleh dan yang melayani Tuhan maka jangan sampai diluar kita adalah orang yang jahat, pemabuk, pezinah dsb (sangat dursila).
Kejahatan anak Imam Eli adalah: Ay. 16 Apabila orang itu menjawabnya: "Bukankah lemak itu harus dibakar dahulu, kemudian barulah ambil bagimu sesuka hatimu," maka berkatalah ia kepada orang itu: "Sekarang juga harus kauberikan, kalau tidak, aku akan mengambilnya dengan kekerasan.“ Ay. 17 Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN. Ay. 22Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan,

(ay. 22)......mengepung rumah...... Artinya kita anak Tuhan harus waspada dimanapun kita berada karena kejahatan dan kenajisan ini bisa saja mengepung rumah kita atau menyerang nikah kita .
Satu hal yang dijaga yaitu pintu rumah kita, jangan sampai kita buka. Seandainya pintu tetap tertutup maka hal keji itu tidak akan terjadi.
Rumah disini gambaran dari Penggembalaan, jika kita tetap dalam penggembalaan maka hidup nikah kita dan pribadi kita akan tetap terjaga kesuciannya tapi jika kita keluar dari penggembalaan maka kita akan diserang oleh berbagai kejahatan dan kenajisan sehingga hidup kita dan nikah kita hancur.
Orang dursila digambarkan Firman Tuhan seperti anjing dan babi yang tidak menghargai barang yang berharga. Jadi orang-orang yang tidak lagi menghargai Firman Tuhan termasuk dalam orang-orang dursila.

(ay. 22).......pemilik rumah...... Sebuah rumah itu ada pemiliknya. Seorang pemilik rumah bertanggung jawab atas keselamatan semua orang yang ada dalam rumah itu.

Ay. 23 Lalu keluarlah pemilik rumah itu menemui mereka dan berkata kepada mereka: "Tidak, saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat; karena orang ini telah masuk ke rumahku, janganlah kamu berbuat noda.
Siapa pemilik rumah itu? Ibrani 3:5-6 Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, (6) tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.
Jadi pemilik rumah itu adalah Yesus. Jika Yesus pemilik rumah maka IA akan berani berkata TIDAK terhadap dosa. Kita akan aman jika pemilik rumah itu adalah Yesus. Dalam pembahasan ini rumah disini gambaran dari hidup kita (1 korintus 3:16-17, 6:19-20).
Jika kita menjadikan Yesus kepala yang mengepalai hidup kita maka kita akan berani berkata TIDAK pada perbuatan dosa!

........mengedor-ngedor pintu......... Saat seperti apa kita harus membuka pintu itu kita harus jeli, jika yang mengetuk pintu itu adalah Firman maka bukalah pintu, jika yang mengetuk pintu adalah Roh Kudus maka bukalah pintu, jika yang mengetuk pintu adalah orang yang membutuhkan pertolongan maka bukalah pintu tapi jika yang mengetuk pintu adalah iblis maka jangan sekali-kali membuka pintu. Yang utama disini adalah kita haru tahu siapa yang mengetuk pintu. Agar kita tidak salah membukakan pintu.
Ingat iblispun bisa memakai cara yang halus agar kita membuka pintu rumah kita jadi hati-hati! Kita harus benar-benar tahu dulu siapa yang mengetuk pintu.

Ay. 25 Tetapi orang-orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya. Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya kepada mereka ke luar, kemudian mereka bersetubuh dengan perempuan itu dan semalam-malaman itu mereka mempermainkannya, sampai pagi. Barulah pada waktu fajar menyingsing mereka melepaskan perempuan itu.
..........tidak mau mendengarkan........... Kita harus mendengarkan perkataan Firman.
Dalam ayat ini kita bisa tahu siapa sebenarnya penyebab kehancuran hidup gundik ini. Sang pemilik rumah berusaha mempertahankan keadaan agar tidak terjadi noda tapi Lewi itu sendirilah yang menangkap isterinya dan diserahkan kepada orang-orang dursila.
Banyak kali dalam hidup kita Tuhan berusaha untuk mempertahankan hidup kita agar tetap suci dihadapan Tuhan tapi kita sendiri yang menyerahkan hidup kita diperkosa oleh iblis. Saat kita ijinkan pintu pancaindera kita dibuka baik itu lewat mata, kita ijinkan mata kita melihat hal yang tidak suci maka kita sedang diperkosa iblis! Akhirnya kita mengalami kematian rohani.
Matius 5:27-28 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. (28) Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Semua panca indera kita merupakan pintu dalam hidup kita. Dengan mendengar, melihat, berucap, berpikir, berbuat yang salah maka kita sudah membuka pintu hidup kita bagi kejahatan dan kenajisan sehingga kita dalam keadaan diperkosa. Oleh sebab itu hati-hati dalam mendengar, melihat, berpikir, berbuat dan berucap.

Mengapa sasarannya adalah perempuan?
1 Petrus 3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
Karena perempuan merupakan wadah yang peling lemah menurut Firman Tuhan. Jadi lihatlah iblis mencari sassaran yang lemah.
Perempuan ini gambaran dari gereja Tuhan,  sehingga dimata Tuhan kita ini wadah yang lemah. Dan iblis berusaha mencari kelemahan kita sehingga kita butuh perlindungan dan satu-satunya yang mampu melindungi kita adalah Yesus.
Kita harus menyadari bahwa hidup kita ini lemah tanpa Tuhan, jadi biarlah kita tetap dalam penggembalaan karena hanya dekat dan hanya dalam Tuhanlah kita bisa kuat, hanya dalam Yesus kita bisa bertahan dan tidak jatuh dalam dosa.
1 korintus 7:5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.
Kita manusia wadah yang lemah, tidak akan tahan diuji, dicoba.  Sebagai suami isteri secara jasmani kita perlu menanamkan kesepakatan dalam nikah agar tidak jatuh atau nikah itu tidak rusak. Dalam hal rohani maka sangat kita berjaga-jaga agar jangan sampai kita jauh dari Tuhan agar jangan gelap seluruh tubuh kita.
Efesus 5:22
Kasih merupakan dasar, jika nikah kita didasari dengan kasih maka nikah itu akan terus terikat dan tidak mudah dihancurkan.
Ciri-ciri dari kasih dalam nikah:
  1. Isteri Tunduk terhadap suami (ay.22)
  2. Suami menyelamatkan isteri (ay.23)
  3. Rela berkorban (ay.25)
  4. Tidak ada noda, semua disucikan yaitu seluruh pancaindera (ay. 26)
Jadi pertahankan hidup kita dalam penggembalaan agar terus menerima Firman Allah yang mengontrol hidup kita agar tetap suci kudus bagi Tuhan.
Amin

By. Pdt. Rudolf Labok