Selasa, 17 Juni 2014

Taat pada Firman nubuatan...

Ibdh. PA, Kamis 12 Juni 2014

Kisah Rasul 3:19-26
Khotbah Petrus diserambi Salomo

Ini merupakan nasihat rasul Petrus kepada bangsa Israel supaya mereka bertobat dan tinggalkan kejahatan mereka, tinggalkan kefasikan mereka dan kembali kepada Allah untuk menerima keslamatan.

Ay.21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.
Untuk maksud pemulihan inilah Tuhan membangkitkan seorang nabi. Sebagaimana yang dinubuatkan oleh Musa; Ulangan 18:15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. 18:16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati. 18:17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; 18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. 18:19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.                                                                                   
                Orang yang tidak menerima Firman akan dituntut Tuhan untuk bertanggung jawab bahkan dalam kis 3:23 berkata bahwa orang yang tidak menerima Firman harus dibasmi, jadi betapa kita tidak boleh main-main lagi.
Pribadi yang dimaksudkan dalam kitab ulangan di atas adalah Yesus Kristus yang adalah nabi yang terakhir sesuai dengan Firman Tuhan IA-lah yang awal dan yang akhir. Jadi tidak ada lagi nabi yang terakhir selain Yesus.
Jika Dia yang terakhir maka pasti tidak ada yang lain, sehingga jika kita menolak yang terakhir ini maka tidak ada lagi yang menyelamatkan kita karena siapa yang menolak Dia pasti akan dibasmi.
Nabi itu merupakan suatu jabatan dan tugas dari nabi itu adalah nubuatan yang merupakan karunia. Yang menolak nubuatan sudah pasti juga akan binasa.
Nubuat yang benar itu ditujukan bagi manusia yang berisi; 1 Kor 14:3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.
Orang bernubuat berbeda dengan orang berkhotbah, kalau berkhotbah sudah disiapkan terlebih dahulu materinya, sedangkan  nubuat itu dinyatakan secara spontanitas oleh dorongan Roh Kudus; 2 Pet 1:20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, 1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.
Jadi jelilah karena Roh Kudus itu tidak pernah menjelekkan, tidak pernah menjatuhkan tapi IA selalu mengangkat umat-Nya, menghibur yang susah, menasihati yang salah dsb.

Ay.22 Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.
Setiap Firman yang keluar dari mulut Allah punya kekuatan untuk memberi hidup bagi mereka yang percaya seperti Firman yang berkata bahwa manusia itu tidak hidup dari roti saja tapi juga dari Firman yang keluar dari mulut Allah seperti yang dialami oleh wanita disirofenisia yang percaya pada Firman (remah-remah) sehingga anaknya yang telah mati hidupkan kembali.
Kita mungkin bukan seorang nabi tapi biarlah kita minta pada Tuhan supaya kita berikan karunia seorang nabi terutama bagi hamba-hamba Tuhan agar pelayanan itu hidup.
Kisah Rasul ini membawa kita belajar mengenai PENGURAPAN jadi mohonkan selalu supaya Firman disampaikan dengan urapan Roh Kudus dan ini harus diterima.
Yohanes 6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
Jangan sampai menyampaikan Firman dengan hawa nafsu daging yaitu dengan amarah, dengan dengki, dendam dsb. Jika Firman telah disampaikan dengan cara ini maka jangan diterima karena ini hanya akan mengakibatkan kematian rohani.
Tapi untuk Firman Tuhan yang diberitakan dalam pengurapan Roh Kudus jangan sekali-kali kita tolak dan tidak dengar-dengaran terhadap Firman karena akibatnya akan fatal.
Perhatikan Saul yang adalah raja Israel pertama yang dipilih oleh Tuhan tapi karena ia tidak dengar-dengaran maka Allah menyesal telah memilihnya dan akhirnya mengganti dia.
Begitu juga meskipun kita telah dipilih Allah maka jangan bangga dulu karena jika kita tidak dengar-dengaran kepada Tuhan maka kita pasti akan ditolak dan digantikan dengan yang lain.
Ini lebih lagi bagi seorang pemimpin atau seorang pengkhotbah, jangan sekedar kita memberitakan Firman tapi kita sendiri tidak dengar-dengaran, atau jangan puas kalau khotbah kita membuat orang kagum tapi biarlah kita selalu bergumul agar apa yang kita khotbahkan dapat membawa orang untuk bertobat.
Seorang pemimpin juga harus dapat berjaga-jaga atas jiwa umatNya; Ibrani 13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.
Pengkhotbah bisa banyak tapi yang menjadi penjaga sedikit, karena banyak orang bisa berkhotbah tapi tidak semuanya memberi waktu untuk berdoa bagi umat Tuhan.

Ay.24 Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini.
(25) Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.
Semua nabi telah menubuatkan bahwa Yesuslah nabi yang terakhir yang akan datang. Semua jika kita perhatikan maka nubuat ini ditujukan kepada bangsa Israel karena memang merekalah bangsa atau umat pilihan Allah.
Kalau mereka mengerti semua nubuat Firman maka tujuannya adalah mereka menjadi bangsa diberkati dan memberkati bangsa lain.
Saat ini kita adalah bagian dari bangsa Israel rohani yang menjadi ahli waris dari semua janji Tuhan sehingga jika saat ini kita mendapat berkat dari Firman Tuhan maka kita pun harus menjadi berkat bagi orang lain dengan cara membagikan Firman yang telah kita terima.

Ay.26 Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu."
Ayat ini menyatakan bahwa Yesus yang adalah seorang pemimpin yang memimpin manusia untuk meninggalkan kejahatan.
Zakaria 1:3 Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kembalilah kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN semesta alam, maka Aku pun akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam.
 Hari-hari ini biarlah pandangan kita hanya pada Yesus yang membawa kita meninggalkan kejahatan dan kembali kepada Allah serta menikmati kasihNya.

Amin.


By. Pdt. Rudolf Labok

Rabu, 11 Juni 2014

Milik Pusaka.......

Ibdh. Biston, selasa 10Juni 2014

Yosua 23:1-11
Pidato perpisahan Yosua kepada para pemimpin bangsa itu

Ini merupakan perkataan nasihat Yosua yang terakhir kalinya bagi bangsa Israel karena tak lama setelah itu Yosua mati.

Ay.3 dan kamu ini telah melihat segala yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada semua bangsa di sini demi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang telah berperang bagi kamu.
                Lewat ayat Firman Tuhan ini kita tahu bahwa Allah mau melakukan segala sesuatu bagi kita, baik bagi nikah kita, pribadi kita dan segala hal yang kita butuhkan.
Tuhan begitu mengasihi kita, demi kita IA rela tinggalkan KeIlahianNya dan mati dikayu salib demi menyelamatkan kita. Tapi sangat disayangkan sekali mengapa kita masih tidak mengerti akan kasih Allah?
Segala apa yang kita terima saat ini terutama mengenai keselamatan bukankah itu bukan karena hasil usaha kita tapi semua karena kasih karunia Allah?

Ay.5 Dan TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan mengusir dan menghalau mereka dari depanmu, sehingga kamu menduduki negeri mereka, seperti yang dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
Yang dilakukan Tuhan saat bangsa Israel memasuki tanah Kanaan:
1.       PENYUCIAN
Tuhan mengusir semua musuh-musuh mereka. Ini menggambarkan dimana Tuhan mengerjakan penyucian bagi bangsa Israel.
Hal ini juga berlaku bagi kita karena penyucian itu harus dilaksanakan seperti bagaimana Yesus menyucikan bait Allah sebab tanpa penyucian tidak seorangpun dapat melihat Allah.
Saat ini yang menjadi musuh kita adalah sifat, karakter dan tabiat daging sehingga sifat ini harus segera dihapuskan.
Roma 8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. 8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
                Daging ini membuat kita tidak berkenan dihadapan Tuhan, sehingga banyak kali doa kita tidak dijawab Tuhan (Yak 4). Sama halnya dengan Hana, saat ia berdoa dalam kebenciannya, dalam dukanya, dalam sakit hati kepada Penina maka meskipun bertahun-tahun ia berdoa maka doanya tidak dijawab Tuhan sebaliknya saat ia mulai merubah cara ia berdoa dan menyerahkan semua kepada Tuhan maka meskipun kata-katanya tidak jelas terdengar tapi Tuhan tahu hatinya yang berkata-kata sehingga doanyapun dijawab Tuhan.

Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
Daging ini selalu membawa kita pada pertentangan, jangan heran jika kita masih suka bertengkar itu karena kita masih mempertahankan sifat karakter daging kita.
Dalam ayat 19-21 Firman Tuhan menjabarkan sifat karakter daging, kira-kira ada 15 yang tercatat tapi Firman Tuhan berkata bahwa “…dan sebagainya….” Itu tandanya masih banyak lagi sifat karakter daging.
Ingatlah salah satu saja sifat karakter daging kita yang masih kita turuti maka akan sangat berpengaruh bagi kerohanian kita, hal ini bisa menyebabkan kita menjadi mati rohani.

Ay.4 Ingatlah, aku telah membagikan dengan membuang undi bangsa-bangsa yang masih tinggal ini kepada suku-sukumu menjadi milik pusakamu, seperti juga semua bangsa yang telah kulenyapkan hari itu, mulai dari sungai Yordan sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam.
2.       MEMBERKATI
Setelah Tuhan mengerjakan penyucian maka IA pun memberkati kehidupan kita. Masing-masing pribadi kita diberkati dengan cara Tuhan sendiri.
Mengenai berkat maka jangan kita melihat berapa banyak jumlah yang Tuhan berikan tapi biarlah setiap berkat yang kita terima kita tetap selalu mengucap syukur.
Mungkin berkat jasmani yang kita terima masing-masing jumlahnya berbeda tapi berkat rohani baik Firman dan Roh Kudus, baik keselamatan dan hidup kekal semuanya sama IA janjikan bagi kita.
Terlepas dari berkat jasmani yang kita terima maka berkat rohani yang akan kita terima mengenai hidup kekal itu ditentukan oleh langkah akhir kita dalam mengiring Tuhan.

2 Tim 1:13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. 1:14 Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.
Firman Tuhan adalah milik pusaka kita, pengajaran sehat yang harus kita pegang. Jangan sampai kita melepaskan pengajaran yang sehat, dimana pengajaran yang membuat nikah kita sehat, pelayanan kita sehat dsb. Jika kita melepaskan Firman Tuhan maka kita akan kehilangan kondisi yang sehat secara rohani.
Roh Kudus juga adalah milik pusaka yang Tuhan berikan bagi kita.
Jika kedua milik pusaka ini kita pegang dan jaga maka kita dapat masuk dalam penyembahan yang benar bagi Tuhan yaitu menyembah dalam Roh dan Kebenaran.

Ay.9 Bukankah TUHAN telah menghalau bangsa-bangsa yang besar dan kuat dari depanmu, dan akan kamu ini, seorang pun tidak ada yang tahan menghadapi kamu sampai sekarang. Ay.10 Satu orang saja dari pada kamu dapat mengejar seribu orang, sebab TUHAN Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu.
3.       MEMBUAT KITA DISEGANI
Tuhan mampu membuat kita ditakuti oleh iblis. Mengapa kita terkadang kalah dan takut pada satu masalah?
Ingatlah akan Firman Tuhan ini, jika kita mau mengalami penyucian, berpegang teguh pada milik pusaka Tuhan yaitu Firman dan Roh Kudus maka kita akan bertahan menghadapi masalah dan tidak akan pernah terkejar oleh masalah.

Amin.


By. Pdt. Rudolf Labok

Mengalirlah Roh Kudus dalam hidup kami..........

Ibdh. Pentakosta, Minggu 8 Juni 2014

Yohanes 7:37-44
Air sumber hidup

Garis besar dari ayat-ayat Firman diatas:
1.       Hari raya pondok daun
2.       Yesus hadir dalam perayaan itu
3.       Roh Kudus dijanjikan
4.       Pertentangan mengenai Yesus

1.       Hari raya pondok daun
Hari raya ini merupakan hari mengucap syukur atas panen raya dan juga merupakan hari memperingati saat dimana bangsa Israel berada dipadang gurun dan tinggal dibawah pondok-pondok daun.
Bicara hari raya maka pasti dan erat kaitannya dengan ibadah.

Ay. 37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
Jika mempelajari ayat ini maka kita bisa lihat bahwa selama beberapa hari perayaan tersebut maka Tuhan melihat bahwa umat-umat yang ada tidak mendapatkan apa-apa.
Bagi kita artinya ibadah itu bukan hanya sekedar perayaan semata sehingga pulang tidak membawa apa-apa atau umat Tuhan tidak merasakan apa-apa. Terlebih umat Tuhan tidak mengalami keubahan hidup.
Ingatlah ibadah itu harus menjadi kebutuhan kita dimana kita mendapatkan sesuatu dari Tuhan.

2.       Yesus hadir dalam perayaan
Jadi yang utama dalam ibadah adalah kehadiran Yesus. Karena suatu perayaan atau pesta yang dilaksanakan oleh manusia itu suatu kelak pasti akan berakhir karena apa yang dilakukan manusia tidak ada satupun yang akan tinggal kekal.
Buktinya dalam perayaan sampai pada hari terakhir dimata Tuhan umat-umatNya tidak mengalami kepuasan karena masih banyak yang mengalami kehausan.
Sehingga kita perlu tahu bahwa sumber segala sesuatu adalah Yesus. Jadi dalam ibadah biarlah kita terfokus hanya kepada Yesus, dimana kita memberi seluruh kehidupan kita, inilah ibadah yang sejati.
Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
                Jadi ibadah yang sejati itu saat dimana kita mempersembahkan seluruh kehidupan kita pada Tuhan bukan sekedar kita meminta berkat kepada Tuhan.

Tubuh yang hidup:
a.       Tubuh kita dikuasai oleh Roh Kudus (KDE)
b.      Tubuh kita dikuasai oleh Firman Tuhan (MRS)
c.       Tubuh yang dikuasa oleh Kasih Allah (MDE)

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Ibadah yang sejati juga saat dimana kita mengalami perubahan dalam hidup.

Dalam Yoh 7 ayat 37 diatas Yesus menawarkan air hidup, “…barangsiapa….” Ini tertuju khusus bagi siapa yang merasa haus dan dahaga. Yesus memberi kita pilihan, mau menerima atau tidak itu tergantung dari kita masing-masing.
Jika ada sumber hidup maka pasti juga ada sumber kematian. Seperti ditaman Eden ada pohon buah kehidupan dan ada pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat.

3.       Roh Kudus dijanjikan
Ay.38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
Yang utama supaya kita mengalami kepuasan dalam hidup kita lewat lawatan Roh Kudus maka kita harus percaya. Dengan percaya maka hati kita akan mengalir aliran air hidup.
Jika aliran hidup ada maka aliran kematian juga ada, seperti yang dialami oleh bangsa Israel saat di Mara dan di Elim mereka menemukan mata air tapi sayang airnya pahit dan menyebabkan kematian.
Begitu juga kehidupan kita jangan sampai yang mengalir adalah aliran air kematian yaitu hati yang masih dipenuhi dengan kepahitan, kebencian, amarah dengan sesame.
Saat Elisa di Yeriko kota yang indah itu juga terdapat air yang menyebabkan kematian pada bayi-bayi. Artinya meskipun kehidupan kita Nampak begitu indah tapi orang lain tidak diberkati dengan kelakuan kita karena hati kita yang memancarkan kematian/ hal-hal yang tidak baik.
Sebaliknya jika hati kita sudah dialiri air kehidupan maka hati kita dipenuhi dengan Roh Kudus, dipenuhi dengan Firman dan dipenuhi dengan kasih.

Wahyu 22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. (2) Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. (17) Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!
Ciri-ciri air hidup:
·         Air hidup itu jernih seperti Kristal.
Firman itu murni, Firman yang benar-benar berasal dari Allah bukan hasil dari usaha seorang manusia.
·         Air yang mengalir keluar.
Roh kudus yang membawa kita keluar menjadi saksi. Dan hasilnya kita berbuah-buah, ada pertumbuhan rohani.
·         Air hidup diberikan Tuhan dengan Cuma-Cuma.

Amin.


By. Pdt. Rudolf Labok

Air Anggur

Ibdh. PA, Kamis 5 Juni 2014
 
Yohanes 2:1-11
Perkawinan di Kana

Yang terjadi dalam pernikahan ini merupakan suatu gambaran yang terjadi dalam setiap nikah manusia pada jaman sekarang ini.

Pasal 2 ini ada dua hal yang perlu kita perhatikan:
1.       Prinsip hidup (ay.1-12)
Yaitu kita harus ada suatu perubahan atau pembaharuan baik pribadi terutama dalam nikah. Nikah itu harus punya prinsip artinya jika nikah rumah tangga itu ada masalah maka harus ada tekad untuk mengalami perubahan.

Yang diubahkan adalah hidup yang mati harus berubah menjadi hidup kembali. Artinya kematian harus diubah menjadi kehidupan, kebinasaan diubah menjadi keselamatan, airmata dukacita harus diubah menjadi sukacita.

Dan ibadah itulah yang menjadi kesempatan bagi kita untuk mengalami keubahan hari demi hari.

2.       Tujuan hidup (ay.13-25)
Yaitu hidup kita ini harus terus dibangun untuk menjadi kediaman Allah.

2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
Hari yang ketiga ini menubuatkan dimana hari Yesus bangkit. Dan pada hari kebangkitanNya, IA hadir dalam nikah. Jika nikah kita sudah mulai ada tanda kehabisan anggur maka hati-hati ini merupakan tanda kebinasaan sehingga kita perlukan kehadiran Yesus dalam nikah kita untuk menolong, memulihkan, mengubahkan.
Hosea 6:1 "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. (2) Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.

                Kana artinya buluh. Buluh itu adalah sesuatu yang mudah goyang, mudah rapuh/ patah.
Matius 12:20a. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya,…
                Galilea artinya dalam putaran kegelapan. Jadi pernikahan di Kana gambaran dari kehidupan Rumah tangga yang berada dalam suasana yang begitu mudah goyang dan rapuh/ patah serta dalam kegelapan.

2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Siapapun kita dan siapapun dia tidak akan mampu mengubahkan kehidupan pribadi dan nikah kita selain Yesus lewat Firman dan Roh Kudus sehingga kita harus selalu menghadirkan Yesus dalam hidup kita setiap saat.
Jangan biarkan masalah itu terus menerus menguasai kita jadi segera ambil tindakan untuk menghadirkan Yesus dalam hidup kita.

2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
Yang didapati dalam nikah yaitu tempayan yang kosong, ini gambaran dari kehidupan kita yang kosong akan Firman dan Roh Kudus.
Kalau nikah kita kosong dari hal-hal yang rohani maka hidup itu hampa dan kering sehingga penuh dengan pertengkaran, amarah, benci.
Memang nampaknya ada pesta, Nampaknya nikah itu begitu mesra tapi sesungguhnya secara rohani nikah itu hampa dan kosong.

2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
Maria itu ibu secara daging, Yesus sendiri adalah dari ROH. Secara rohani kita bisa lihat bahwa tidak ada hubungannya antara daging dan Roh. Karena dalam terjemahan lama kata ibu itu adalah “perempuan”.
Jadi Bukannya ini menunjukkan perbuatan yang tidak hormat tapi sekali lagi ini menunjukkan bahwa Yesus itu adalah ROH.

2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
Artinya apa yang dikatakan oleh Firman Allah maka harus kita lakukan dengan iman. Saat ini jika Firman Tuhan menegur kita, menyatakan kesalahan kita maka biarlah kita menerimanya agar hidup kita mengalami keubahan.
Pelayan-pelayan ini gambaran kehidupan kita yang melayani Tuhan, jangan kita hanya mendengar Firman atau bahkan hanya sampai menyampaikan Firman tapi kita juga harus mempraktekkan Firman Tuhan.

2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Ini gambaran dari kehidupan yang masih ada hubungan dengan adat istiadat. Ingatlah cara manusia tidak akan bisa menolong kita. Begitu juga dalam cara beribadah, jangan sampai mengikuti tata cara dunia.
Ibrani 12:8 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
                Ibadah yang berkenan adalah dengan mengikuti pola yang ada dalam kerajaan sorga sesuai dengan Firman Tuhan yaitu Tabernakel. Yang mana kita beribadah dalam suasana kebenaran, kesucian sampai mencapai kesempurnaan.

2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.
Hidup kita ini harus ada isinya, jika kita mendengar Firman maka kita harus perhatikan apakah Firman itu kita simpan dalam hati kita ataukah hanya dengar dan lalu begitu saja?
Kalau hidup kita penuh dengan Firman maka pasti kita bisa menjadi berkat bagi orang lain. Jangan sebaliknya hidup kita diisi penuh dengan perkara-perkara yang duniawi.

Terlebih juga jangan sampai Firman itu hanya jadi pengetahuan karena itu hanya bagaikan air yang tawar tidak memiliki rasa manis.

2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya.
Saat ini jika kita merasa sudah penuh terisi dengan Firman maka dalam tindakan kita, kita harus menunggu perintah Tuhan dan mendengar perintahNya agar ada mujizat yang terjadi Air itu menjadi anggur, dari yang tawar menjadi anggur yang berasa manis.
Intinya penuh dengan Firman tidak cukup tapi kita harus taat dengar-dengaran.

2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu -- dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya -- ia memanggil mempelai laki-laki,
Seorang pelayan yang benar tidak perlu menonjolkan dirinya sendiri. Yang utama adalah kita ada hubungan dengan Yesus, karena memang kita hanya alatNya, perantaraNya.
Jangan sedikitpun kita meminta pujian dari manusia apalagi menyombongkan diri.

2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
2:11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Amin.


By. Pdt. Rudolf Labok