Minggu, 16 September 2012

Suasana Ibadah Mgg, 16-9-12




Jika Allah Dipihak Kita Siapakah dapat Melawan?


Ringkasan Firman Tuhan hari Minggu 16 september 2012

Hakim-hakim 12:1-7

12:1 Dikerahkanlah orang Efraim, lalu mereka bergerak ke Zafon. Dan mereka berkata kepada Yefta: "Mengapa engkau bergerak untuk memerangi bani Amon dengan tidak memanggil kami untuk maju bersama-sama dengan engkau? Sebab itu kami akan membakar rumahmu bersama-sama kamu!"
12:2 Tetapi jawab Yefta kepada mereka: "Aku dan rakyatku telah terlibat dalam peperangan yang hebat dengan bani Amon; lalu aku memanggil kamu, tetapi kamu tidak datang menyelamatkan aku dari tangan mereka.
12:3 Ketika kulihat, bahwa tidak ada yang datang menyelamatkan aku, maka aku mempertaruhkan nyawaku dan aku pergi melawan bani Amon itu, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tanganku. Mengapa pada hari ini kamu mendatangi aku untuk berperang melawan aku?"
12:4 Kemudian Yefta mengumpulkan semua orang Gilead, lalu mereka berperang melawan suku Efraim. Dan orang-orang Gilead mengalahkan suku Efraim itu. Sebab orang-orang itu mengatakan: "Kamulah orang-orang yang telah lari dari suku Efraim!" -- kaum Gilead itu ada di tengah-tengah suku Efraim dan suku Manasye --.
12:5 Untuk menghadapi suku Efraim itu, maka orang Gilead menduduki tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan. Apabila dari suku Efraim ada yang lari dan berkata: "Biarkanlah aku menyeberang," maka orang Gilead berkata kepadanya: "Orang Efraimkah engkau?" Dan jika ia menjawab: "Bukan,"
12:6 maka mereka berkata kepadanya: "Coba katakan dahulu: syibolet." Jika ia berkata: sibolet, jadi tidak dapat mengucapkannya dengan tepat, maka mereka menangkap dia dan menyembelihnya dekat tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan itu. Pada waktu itu tewaslah dari suku Efraim empat puluh dua ribu orang.
12:7 Yefta memerintah sebagai hakim atas orang Israel enam tahun lamanya. Kemudian matilah Yefta, orang Gilead itu, lalu dikuburkan di sebuah kota di daerah Gilead.

JIKA ALLAH DIPIHAK KITA SIAPAKAH DAPAT MELAWAN?

    Pasal 12 ini masih terkena pada Kaki Dian Emas gambaran dari s.jemaat yang dipimpin oleh Roh Kudus. Dalam kisah ini suku Efraim dan suku Manasye (Yefta) itu kakak beradik yang begitu mirip alias seperti kembar sehingga tidak dapat dibedakan.
Kedua suku ini mewakili 2 kondisi:
  1. Suku Manasye (Yefta) mewakili keadaan manusia rohani.
  2. Suku Efraim mewakili keadaan manusia daging.
Kedua unsur ini tidak dapat disatukan. Seperti yang tertulis dalam suratan Galatia 5:19-23 yaitu
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
    Untuk bisa membedakan keduanya hanyalah Roh Kudus. Seperti Yefta, ia dapat membedakan antara suku Manasye dan Efraim hanya lewat dialeg (Syibolet= kata untuk bulir-bulir jagung) oleh sebab itu kita harus satu bahasa yaitu bahasa Firman). Artinya kehidupan rohani dan daging itu bisa kita lihat dari perkataannya.
    Efraim dan Manasye itu tumbuh dan hidup bersama-sama ini gambaran dari kehidupan bersama dalam penggembalaan jadi dalam penggembalaan ada yang rohani tapi ada yang masih hidup dalam hawa nafsu daging.
Tanda kehidupan dalam hawa nafsu daging:
  suka mengancam, merasa diri mampu.
12:1 Dikerahkanlah orang Efraim, lalu mereka bergerak ke Zafon. Dan mereka berkata kepada Yefta: "Mengapa engkau bergerak untuk memerangi bani Amon dengan tidak memanggil kami untuk maju bersama-sama dengan engkau? Sebab itu kami akan membakar rumahmu bersama-sama kamu!"
    Yang memimpin Efraim tidak disebutkan atau tidak nampak artinya yang menjadi dalang dari semua keributan itu adalah iblis, kita tidak tahu dari mana datangnya tapi jika sesuatu itu menjurus pada yang negatif maka itu pekerjaan iblis.
Yoh 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Bagaimana jenis pembunuhan itu?
Perkataan yang tidak baik yang mematikan karakter orang itu termasuk pembunuhan.
Hati-hati...iblis mampu memakai apa dan siapa saja untuk menjadi kaki tangannya oleh sebab itu kita perlu keteguhan hati seperti Yefta dan berusaha untuk menciptakan sesuatu yang baik karena ia dipenuhi Roh Kudus.
Yohanes 10:10b
Tanda orang yang dipimpin oleh Roh Kudus:
  Membawa kabar  yang menghidupkan kerohanian orang lain.
Yohanes 10:10
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

1 Petrus 3:10-12
3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
3:11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.
3:12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."
    Jadi kita pilih yang mana mencintai hidup atau kematian? Jika kita mencintai kehidupan maka perlu bahkan sangat perlu menjaga MULUT agar tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak sesuai Firman tapi selalu mengeluarkan kata-kata perdamaian sehingga mata Tuhan tertuju pada kita dan doa kita didengar oleh Tuhan. Jika Roh Tuhan menyertai kita maka mampu mengatasi segala masalah dan tantangan.

*      Apa motifasi dari tindakan suku Efraim? UANG.
    Zaman dulu seusai peperangan jika mengalami kemenangan maka akan memiliki jarahan yang banyak. Jadi sekarang kita lihat jika sudah ada keluar ancaman bagi orang lain maka itu pasti didasari oleh keinginan akan uang karena uang/ mamon itu akar dari segala kejahatan.
1 Timotius 6:9-10
6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
    Jadi memiliki uang tidak salah tapi jangan sampai karena uang kita membunuh atau membenci, dan jangan sampai saling menyakiti.

*      Sikap dan tindakan Yefta atas ancaman s.Efraim:
1.     Ay.2 Meluruskan persoalan.
  Jika orang dipenuhi Roh Kudus seperti Yefta maka dalam mengatasi masalah pasti memiliki hikmat dan pengertian sehingga lebih dahulu meluruskan atau menjelaskan permasalahan yang ada, tidak langsung turut terpancing.
Yesaya 11:2-4
11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
11:4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.
2.     Ay.3 Mempertaruhkan nyawa.
  Yefta mengambil teladan Kristus untuk menyerahkan nyawanya bagi penebusan dosa-dosa kita. Dalam melayani Tuhan maka yang menjadi taruhan kita adalah nyawa kita sendiri.
Matius 10:38-93
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
  Tapi jika Allah ada dipihak kita, jika Roh Kudus dalam kita maka meskipun kita ada ditengah-tengah serigala maka kita tetap menang.
Matius 10:16-20
10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
10:17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
10:18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
10:19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
10:20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
3.     Ay.5 menempatkan pos jaga.
  Yaitu berjaga-jaga dalam doa dan penyembahan.
Lukas 21:35-36
21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."
  Penempatan pos jaga itu didaerah penyebrangan. Dimana daerah penyebrangan itu? iblis biasa menyebrang dan datang pada kita lewat media, penyakit, masalah lewat keinginan kita dll. Karena itu perlu berjaga-jaga diposisi tersebut agar jangan kita jatuh kedalamnya sebab semua orang akan mengalami masalah tapi tidak semua bisa melewatinya tanpa jatuh kedalamnya kecuali jika kita berjaga-jaga terus dalam doa.
Amin











Kamis, 13 September 2012

Dasar penggembalaan/dasar pelayanan


Shaloom, dengan kasih Tuhan kita Yesus Kristus mempelai Pria sorga, kita dapat lagi  menerima Firman Tuhan dalam ibadah Pendalaman Alkitab, semoga ini bisa menjadi berkat bagi semua yang membacanya dan biarlah Roh Kudus selalu memberi kita pengertian akan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Selamat membaca.
RINGKASAN, KAMIS 13 SEPTEMBER 2012

YOHANES 21:15-19

21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

DASAR PENGGEMBALAAN (DASAR PELAYANAN) 

            Ada 3x Yesus bertanya maksudnya untuk memastikan apakah Petrus itu benar-benar mengasihi Tuhan atau tidak. Karena ada mandat dan tanggung jawab yang akan diberikan Yesus kepada Petrus yaitu sebagai gembala atau sebagai seorang pemimpin. 3x Yesus bertanya kepada Petrus itu tentang kasih yaitu kasih agape tapi jawaban Petrus itu adalah kasih Pileo. Kasih Pileo itu adalah kasih dengan sesama tapi kasih agape (kasih Allah) adalah kasih yang lebih dari mengasihi sesama.
            Mengapa dalam sebanyak 3x Pertanyaan, Petrus memberikan jawaban yang sama? Karena Petrus masih belum dewasa/belum matang (secara rohani) untuk mengembalakan domba-domba atau untuk melayani.

Ay.18 Petrus masih merasa diri mampu dengan kekuatan sendiri.
Jadi tanda kehidupan yang belum dewasa/belum matang (secara rohani):
-          Mengandalkan kekuatan diri sendiri
-          Tidak mau diatur

Ay.18 menjadi tua artinya sudah dalam kematangan rohani. Tandanya:
  Mengulurkan tangan artinya menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.
  Mengikuti kehendak Tuhan

Dasar penggembalaan:
  1. KASIH
  2. DEWASA PENUH
  3. PENYERAHAN DIRI
  4. DIIKAT/DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS
  5. MENGALAMI KEMATIAN

1. KASIH.
Yohanes  10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
            Jika seorang pemimpin atau gembala itu melayani berdasarkan kasih maka ia akan selalu  memberi makan domba-domba dengan rumput yaitu gambaran dari Firman Tuhan. Karena kasih itu adalah memberi, seorang gembala harus selalu memberi perhatian bagi domba-dombanya.
            Tugas  gembala juga itu harus selalu memastikan bahwa domba-domba selalu masuk untuk memperoleh keselamatan dan harus selalu membuka pintu artinya selalu memberikan kesempatan bagi domba-domba untuk selalu tergembala.

Matius 22:36-38
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Seperti apa kasih agape itu?
  Mengsihi dengan segenap hati
  Mengasihi dengan segenap jiwa
  Mengasihi dengan segenap akal budi
Jadi untuk dapat melayani Tuhan maka harus didasari dengan kasih kepada Tuhan.

2. DEWASA PENUH/KEMATANGAN ROHANI
Efesus 4:13-14
4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
            Mengapa harus dewasa penuh? Agar tidak terombang-ambing oleh  berbagai macam pengajaran palsu, tidak mudah dipengaruhi dan tidak mudah dipermainkan.

Ef 4:11-12
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
            Jadi saat ini kita sedang diperlengkapi untuk menjadi matang atau dewasa penuh.

4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
            Orang yang dewasa penuh itu memiliki pegangan yaitu kebenaran yang adalah Firman Tuhan. Jadi tujuan dari penggembalaan adalah penyatuan antara tubuh dan kepala.

3. PENYERAHAN DIRI SEPENUH.
Ini terkena pada korban domba jantan yang pertama.
Seperti apa penyerahan diri sepenuh itu?
Efesus 5:1-2
5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.
            Rela berkorban apapun harganya. Jadi dalam penyerahan diri itu ada sesuatu yang kita korbankan baik itu waktu kita, tenaga kita, bagian milik kita dsb. Sampai kita menjadi persembahan yang bau harum bagi Tuhan yang akhirnya ada dampak bagi sesama dan ada dampak dalam pelayanan kita.
            Kunci penyerahan diri sepenuh itu adalah menuruti (patuh) apa maunya Tuhan.

4. DIIKAT/DIPIMPIN/ DIKENDALIKAN OLEH ROH KUDUS.
Kis 20:22-24
20:22 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
20:23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.
20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
            Seperti Paulus yang mau diikat atau menjadi tawanan Roh. Meskipun ketempat yang begitu menyakitkan tapi kalau bersama Tuhan kita pasti mampu. Ingatlah tujuan kita adalah mencapai garis akhir dalam pelayanan kita yaitu sampai menjadi kesaksian sampai keujung bumi.

5. KEMATIAN. Ay 19a
            KEMATIAN, bukan kematian secara jasmani tapi proses kematian yaitu mematikan segala keinginan daging dan kehendak manusia duniawi kita.
Kolose 3:5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

Kesimpulannya: jika kita sudah memiliki 5 dasar diatas maka kita siap menerima tongkat estafet dari Tuhan untuk meneruskan pelayanan Yesus yang ada dunia ini. Tuhan Yesus memberkati Amin.

Minggu, 09 September 2012

Jubah yang terkoyak


RINGKASAN FIRMAN TUHAN HARI MINGGU, 09 Agt 2012
Hakim-hakim 11:34-35
11:34 Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
11:35 Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."
JUBAH YANG TERKOYAK
            Sejarah Jubah pertama yang ditulis dalam Alkitab dibuat oleh Bapa disorga dan dipakai oleh manusia pertama seperti yang tertulis dalam Kejadian 3:20-21 yaitu 3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
            Tujuan Bapa disorga memberi jubah tersebut adalah untuk menutupi ketelanjangan atau menutupi dosa manusia. Jadi jubah ini ada berdasarkan kasih Allah, Jubah itu diberikan bagi orang yang dikasihi (Yusuf) jadi Jubah itu sama dengan suatu Pernyataan kasih.
Rm 3:21-26
3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,
3:22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
            Saat ini yang menutupi ketelanjangan kita atau yang menutupi dosa kita adalah  pribadi Yesus Kristus yang diserahkan Allah Bapa. Sekarang seberapa banyak kita berdosa? Seberapa banyak kita telanjang?
Itu berarti JUBAH KITA TERKOYAK.

            Selain Jubah Yefta yang terkoyak tapi juga hatinya hancur luluh. Ini akibat dari perkataan yang sia-sia (hak 11:35, baca diatas). Suatu perkataan bisa saja dengan mudah diucapkan tapi akan susah untuk menariknya kembali. Jadi hati-hatilah dalam berkata-kata.
            Karena perkataan Yefta maka anaknya yang menjadi korban. Jadi bagi kita sebagai orang tua, kita harus berhati-hati dalam berkata-kata agar anak-anak kita tetap terjaga.

            Keluaran 28:2 Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan. Keluaran 28:32 Lehernya haruslah di tengah-tengahnya; lehernya itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya, buatan tukang tenun, seperti leher baju zirah haruslah lehernya itu, supaya jangan koyak.
            Baju/ jubah digunakan untuk melayani jadi tidak boleh koyak (yang tidak boleh koyak ini ada pada bagian dalam) artinya sebagai imam jangan sampai dalam hati kita ada hal-hal yang tidak baik seperti benci, dendam, amarah dll. Jadi sekali lagi hati-hatilah dengan perkataan kita, jangan sampai karena kesalahan kita anak-anak kita yang menjadi korban.
Keluaran 28:43 Harun dan anak-anaknya haruslah memakainya, apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan atau apabila mereka datang ke mezbah untuk menyelenggarakan kebaktian di tempat kudus, supaya mereka jangan membawa kesalahan kepada dirinya, lalu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya baginya dan bagi keturunannya."
            Akibat dari jubah yang terkoyak juga adalah KEMATIAN. Intinya dalam melayani maka pastikan jangan sampai kita dalam kesalahan atau kita sedang menyimpan dosa. Jadi jalan keluarnya adalah kita berdoa dan mohon ampun lebih agar sebelum melayani kita lebih dulu disucikan.

            Yefta; dengan perkataan bukan saja anaknya jadi korban tapi dirinya sendiri juga mengalami kerugian. Oleh sebab itu biarlah mulut kita selalu mengeluarkan perkataan yang membangun. Seperti yang tertulis dalam Efesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

            Hak terkena pada KDE gambaran dari pekerjaan Roh Kudus. Ef 3:30-31 yaitu 4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Ibr 12:15 Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. Jadi jangan sampai dalam hati kita ada amarah, geram, kepahitan dll. Agar tidak mendukakan Roh Kudus dan agar kita tidak kehilangan kasih karunia Tuhan.

Hakim-hakim 11:36-38
11:36 Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu."
11:37 Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku."
11:38 Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.
            Hal pertama yang dilakukan oleh anak perempuan Yefta setelah tahu bahwa ia harus menjadi korban maka ia mohon untuk pergi ke pegunungan. Artinya bagi kita jangan sampai kita sebagai orang tua karena perkataan kita mengakibatkan anak kita keluar dari rumah, keluar dari pengembalaan sehingga yang ada pada mereka hanyalah ratap dan tangisan. Yeftapun membiarkan anaknya pergi; artinya banyak orang tua yang tidak bertanggung jawab terhadap anaknya, yang membiarkan anaknya tetap dalam tangisannya.

Hakim-hakim 11:39-40
11:39 Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. Dan telah menjadi adat di Israel,
11:40 bahwa dari tahun ke tahun anak-anak perempuan orang Israel selama empat hari setahun meratapi anak perempuan Yefta, orang Gilead itu.
            Seluruh anak-anak perempuan di Israelpun turut dalam tangisannya. Jadi perkataan Yefta bukan saja berakibat tangisan bagi anaknya tapi juga bagi seluruh bangsa. Artinya jangan sampai kita yang berkata-kata dengan seenaknya tapi orang lain yang menangis karena perkataan kita.
            Dan juga ratapan dan tangisan berubah menjadi suatu budaya, tradisi, adat. Jangan sampai digereja tangisan kita hanya berupa budaya, tradisi artinya kita menangis hanya kerena terenyuh saat melihat orang sedang menangis, biarlah kita menangis karena kita menyadari kesalahan atau karena menyadari kasih Tuhan bagi kita.

Kesimpulannya: Tuhan mau kita menjaga jubah kita agar tidak terkoyak dengan jalan kita harus saling mengampuni, jangan lagi ada dendam, amarah, akar pahit, benci, iri tapi biarlah hati kita bersih dihadapan Tuhan, Amin.

                                            

Kamis, 06 September 2012


JADWAL KEGIATAN GEREJA SEPANJANG MINGGU

Minggu pagi  : Pkl.09.00-selesai Ibadah Fellowship
Minggu sore  : Pkl. 16.00-17.00    Ibadah Sekolah Minggu
                   : Pkl. 18.00-selesai   Ibadah Kaum muda dan remaja
Senin            : Pkl. 16.30-selesai   Ibadah Kaum Wanita
Selasa           : Pkl. 18.00-selesai   Ibadah Biston/ Doa & Penyembahan
Kamis           : Pkl. 18.00-selesai   Ibadah Pendalaman Alkitab
Jumat           : Pkl. 05.00-06.00   Doa pagi bersama
                   : Pkl. 17.00-selesai   Ibadah Komsel
Sabtu           : Pkl. 19.00-20.00 Latihan