Rabu, 11 Juni 2014

Mengalirlah Roh Kudus dalam hidup kami..........

Ibdh. Pentakosta, Minggu 8 Juni 2014

Yohanes 7:37-44
Air sumber hidup

Garis besar dari ayat-ayat Firman diatas:
1.       Hari raya pondok daun
2.       Yesus hadir dalam perayaan itu
3.       Roh Kudus dijanjikan
4.       Pertentangan mengenai Yesus

1.       Hari raya pondok daun
Hari raya ini merupakan hari mengucap syukur atas panen raya dan juga merupakan hari memperingati saat dimana bangsa Israel berada dipadang gurun dan tinggal dibawah pondok-pondok daun.
Bicara hari raya maka pasti dan erat kaitannya dengan ibadah.

Ay. 37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
Jika mempelajari ayat ini maka kita bisa lihat bahwa selama beberapa hari perayaan tersebut maka Tuhan melihat bahwa umat-umat yang ada tidak mendapatkan apa-apa.
Bagi kita artinya ibadah itu bukan hanya sekedar perayaan semata sehingga pulang tidak membawa apa-apa atau umat Tuhan tidak merasakan apa-apa. Terlebih umat Tuhan tidak mengalami keubahan hidup.
Ingatlah ibadah itu harus menjadi kebutuhan kita dimana kita mendapatkan sesuatu dari Tuhan.

2.       Yesus hadir dalam perayaan
Jadi yang utama dalam ibadah adalah kehadiran Yesus. Karena suatu perayaan atau pesta yang dilaksanakan oleh manusia itu suatu kelak pasti akan berakhir karena apa yang dilakukan manusia tidak ada satupun yang akan tinggal kekal.
Buktinya dalam perayaan sampai pada hari terakhir dimata Tuhan umat-umatNya tidak mengalami kepuasan karena masih banyak yang mengalami kehausan.
Sehingga kita perlu tahu bahwa sumber segala sesuatu adalah Yesus. Jadi dalam ibadah biarlah kita terfokus hanya kepada Yesus, dimana kita memberi seluruh kehidupan kita, inilah ibadah yang sejati.
Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
                Jadi ibadah yang sejati itu saat dimana kita mempersembahkan seluruh kehidupan kita pada Tuhan bukan sekedar kita meminta berkat kepada Tuhan.

Tubuh yang hidup:
a.       Tubuh kita dikuasai oleh Roh Kudus (KDE)
b.      Tubuh kita dikuasai oleh Firman Tuhan (MRS)
c.       Tubuh yang dikuasa oleh Kasih Allah (MDE)

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Ibadah yang sejati juga saat dimana kita mengalami perubahan dalam hidup.

Dalam Yoh 7 ayat 37 diatas Yesus menawarkan air hidup, “…barangsiapa….” Ini tertuju khusus bagi siapa yang merasa haus dan dahaga. Yesus memberi kita pilihan, mau menerima atau tidak itu tergantung dari kita masing-masing.
Jika ada sumber hidup maka pasti juga ada sumber kematian. Seperti ditaman Eden ada pohon buah kehidupan dan ada pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat.

3.       Roh Kudus dijanjikan
Ay.38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
Yang utama supaya kita mengalami kepuasan dalam hidup kita lewat lawatan Roh Kudus maka kita harus percaya. Dengan percaya maka hati kita akan mengalir aliran air hidup.
Jika aliran hidup ada maka aliran kematian juga ada, seperti yang dialami oleh bangsa Israel saat di Mara dan di Elim mereka menemukan mata air tapi sayang airnya pahit dan menyebabkan kematian.
Begitu juga kehidupan kita jangan sampai yang mengalir adalah aliran air kematian yaitu hati yang masih dipenuhi dengan kepahitan, kebencian, amarah dengan sesame.
Saat Elisa di Yeriko kota yang indah itu juga terdapat air yang menyebabkan kematian pada bayi-bayi. Artinya meskipun kehidupan kita Nampak begitu indah tapi orang lain tidak diberkati dengan kelakuan kita karena hati kita yang memancarkan kematian/ hal-hal yang tidak baik.
Sebaliknya jika hati kita sudah dialiri air kehidupan maka hati kita dipenuhi dengan Roh Kudus, dipenuhi dengan Firman dan dipenuhi dengan kasih.

Wahyu 22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. (2) Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. (17) Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!
Ciri-ciri air hidup:
·         Air hidup itu jernih seperti Kristal.
Firman itu murni, Firman yang benar-benar berasal dari Allah bukan hasil dari usaha seorang manusia.
·         Air yang mengalir keluar.
Roh kudus yang membawa kita keluar menjadi saksi. Dan hasilnya kita berbuah-buah, ada pertumbuhan rohani.
·         Air hidup diberikan Tuhan dengan Cuma-Cuma.

Amin.


By. Pdt. Rudolf Labok

Air Anggur

Ibdh. PA, Kamis 5 Juni 2014
 
Yohanes 2:1-11
Perkawinan di Kana

Yang terjadi dalam pernikahan ini merupakan suatu gambaran yang terjadi dalam setiap nikah manusia pada jaman sekarang ini.

Pasal 2 ini ada dua hal yang perlu kita perhatikan:
1.       Prinsip hidup (ay.1-12)
Yaitu kita harus ada suatu perubahan atau pembaharuan baik pribadi terutama dalam nikah. Nikah itu harus punya prinsip artinya jika nikah rumah tangga itu ada masalah maka harus ada tekad untuk mengalami perubahan.

Yang diubahkan adalah hidup yang mati harus berubah menjadi hidup kembali. Artinya kematian harus diubah menjadi kehidupan, kebinasaan diubah menjadi keselamatan, airmata dukacita harus diubah menjadi sukacita.

Dan ibadah itulah yang menjadi kesempatan bagi kita untuk mengalami keubahan hari demi hari.

2.       Tujuan hidup (ay.13-25)
Yaitu hidup kita ini harus terus dibangun untuk menjadi kediaman Allah.

2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
Hari yang ketiga ini menubuatkan dimana hari Yesus bangkit. Dan pada hari kebangkitanNya, IA hadir dalam nikah. Jika nikah kita sudah mulai ada tanda kehabisan anggur maka hati-hati ini merupakan tanda kebinasaan sehingga kita perlukan kehadiran Yesus dalam nikah kita untuk menolong, memulihkan, mengubahkan.
Hosea 6:1 "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. (2) Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.

                Kana artinya buluh. Buluh itu adalah sesuatu yang mudah goyang, mudah rapuh/ patah.
Matius 12:20a. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya,…
                Galilea artinya dalam putaran kegelapan. Jadi pernikahan di Kana gambaran dari kehidupan Rumah tangga yang berada dalam suasana yang begitu mudah goyang dan rapuh/ patah serta dalam kegelapan.

2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Siapapun kita dan siapapun dia tidak akan mampu mengubahkan kehidupan pribadi dan nikah kita selain Yesus lewat Firman dan Roh Kudus sehingga kita harus selalu menghadirkan Yesus dalam hidup kita setiap saat.
Jangan biarkan masalah itu terus menerus menguasai kita jadi segera ambil tindakan untuk menghadirkan Yesus dalam hidup kita.

2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
Yang didapati dalam nikah yaitu tempayan yang kosong, ini gambaran dari kehidupan kita yang kosong akan Firman dan Roh Kudus.
Kalau nikah kita kosong dari hal-hal yang rohani maka hidup itu hampa dan kering sehingga penuh dengan pertengkaran, amarah, benci.
Memang nampaknya ada pesta, Nampaknya nikah itu begitu mesra tapi sesungguhnya secara rohani nikah itu hampa dan kosong.

2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
Maria itu ibu secara daging, Yesus sendiri adalah dari ROH. Secara rohani kita bisa lihat bahwa tidak ada hubungannya antara daging dan Roh. Karena dalam terjemahan lama kata ibu itu adalah “perempuan”.
Jadi Bukannya ini menunjukkan perbuatan yang tidak hormat tapi sekali lagi ini menunjukkan bahwa Yesus itu adalah ROH.

2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
Artinya apa yang dikatakan oleh Firman Allah maka harus kita lakukan dengan iman. Saat ini jika Firman Tuhan menegur kita, menyatakan kesalahan kita maka biarlah kita menerimanya agar hidup kita mengalami keubahan.
Pelayan-pelayan ini gambaran kehidupan kita yang melayani Tuhan, jangan kita hanya mendengar Firman atau bahkan hanya sampai menyampaikan Firman tapi kita juga harus mempraktekkan Firman Tuhan.

2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Ini gambaran dari kehidupan yang masih ada hubungan dengan adat istiadat. Ingatlah cara manusia tidak akan bisa menolong kita. Begitu juga dalam cara beribadah, jangan sampai mengikuti tata cara dunia.
Ibrani 12:8 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
                Ibadah yang berkenan adalah dengan mengikuti pola yang ada dalam kerajaan sorga sesuai dengan Firman Tuhan yaitu Tabernakel. Yang mana kita beribadah dalam suasana kebenaran, kesucian sampai mencapai kesempurnaan.

2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.
Hidup kita ini harus ada isinya, jika kita mendengar Firman maka kita harus perhatikan apakah Firman itu kita simpan dalam hati kita ataukah hanya dengar dan lalu begitu saja?
Kalau hidup kita penuh dengan Firman maka pasti kita bisa menjadi berkat bagi orang lain. Jangan sebaliknya hidup kita diisi penuh dengan perkara-perkara yang duniawi.

Terlebih juga jangan sampai Firman itu hanya jadi pengetahuan karena itu hanya bagaikan air yang tawar tidak memiliki rasa manis.

2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya.
Saat ini jika kita merasa sudah penuh terisi dengan Firman maka dalam tindakan kita, kita harus menunggu perintah Tuhan dan mendengar perintahNya agar ada mujizat yang terjadi Air itu menjadi anggur, dari yang tawar menjadi anggur yang berasa manis.
Intinya penuh dengan Firman tidak cukup tapi kita harus taat dengar-dengaran.

2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu -- dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya -- ia memanggil mempelai laki-laki,
Seorang pelayan yang benar tidak perlu menonjolkan dirinya sendiri. Yang utama adalah kita ada hubungan dengan Yesus, karena memang kita hanya alatNya, perantaraNya.
Jangan sedikitpun kita meminta pujian dari manusia apalagi menyombongkan diri.

2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
2:11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Amin.


By. Pdt. Rudolf Labok

Jangan pikun...

Ibdh. Biston, selasa 3 Juni 2014
 
Yosua 23:1-16
Pidato perpisahan Yosua kepada para pemimpin bangsa itu

1.       (Ay. 1-11) Pegang teguh Fiman Allah dan tetap setia
2.       (Ay. 12-16) bila bangsa itu meninggalkan Tuhan maka mereka harus menerima akibatnya

23:1 Lama setelah TUHAN mengaruniakan keamanan kepada orang Israel ke segala penjuru terhadap semua musuhnya, dan ketika Yosua telah tua dan lanjut umur,
23:2 dipanggilnya seluruh orang Israel, para tua-tuanya, para kepalanya, para hakimnya dan para pengatur pasukannya dan berkata kepada mereka: "Aku telah tua dan sangat lanjut umur,
Ini merupakan pidato perpisahan Yosua kepada para pemimpin bangsa karena ia sudah begitu tua dan lanjut umur. merupakan contoh bagi kita dimana usia tidak membatasi kita dalam melayani Tuhan. Seperti Yosua meskipun sudah tua tapi ia tetap berusaha untuk melayani bangsa Israel agar mereka tetap berpaut pada Tuhan.

Apa yang menjadi alasan bagi Yosua untuk memanggil para pemimpin dan menyampaikan pesan-pesan bagi bangsa itu?
1.       Rasa aman yang terlalu lama (ay.1a)
Hidup kita ini memang membutuhkan rasa aman dan tentram, tapi jangan sampai kita terlena dengan rasa aman yang ada sehingga membawa kita tidak lagi baca Firman, tidak lagi berdoa, tidak lagi setia beribadah kepada Tuhan.
        Yosua sebagai pemimpin perlu mengingatkan agar bangsa Israel jangan sampai keenakkan dalam rasa aman sehingga tidak berjaga-jaga.
        Kitapun harus hati-hati dan berjaga-jaga karena iblis itu berusaha mencari cela dan mengintip kehidupan kita sehingga sedikitpun kita buka cela maka ia menyerang kita.
1 Tesalonika 5:1 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, (2) karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. (3) Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman -- maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin -- mereka pasti tidak akan luput.
Hari Tuhan yang dimaksud ini bukan kedatangan Tuhan tapi dimana kegelapan menguasai.

Apa itu hari Tuhan?
Amos 5:18 Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang! (19) Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia! (20) Bukankah hari TUHAN itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya? (21) "Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu.
Jika hari ini tiba maka tidak ada seorang pun yang akan diam pada suatu tempat karena semua akan dikejar-kejar. Tidak ada kesempatan untuk melarikan diri karena semua system telah dikuasai oleh iblis dan kaki tangannya.
Ini artinya hidup didunia ini tidak aman sehingga kita harus berjaga-jaga dan berwaspada, yaitu lewat ibadah, berdoa dan menyembah Tuhan inilah cara kita berjaga-jaga.
Lukas 21:34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat
oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.(35) Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. (36) Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."
        Dengan berjaga-jaga dalam doa maka kita akan mampu bertahan sampai kedatangan Tuhan kedua kali.

1 Tes 5:9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,
Ingatlah selalu bahwa kita memiliki pengharapan dalam Yesus, pengharapan akan keselamatan karena IA tidak menetapkan kita untuk ditimpa kebinasaan. IA selalu ada dalam segala situasi hidup kita untuk menjaga, melindungi dan memelihara kita.

1 Tes 5:8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.
Oleh sebab itu kita harus tetap dalam iman, pengharapan dan kasih kita terhadap Tuhan.

2.       Yosua sudah tua dan lanjut umur (ay.1b).
Seperti yang sudah kita dengar tadi bahwa jangan sampai umur membatasi kita dalam melayani Tuhan. Tapi biarlah semakin hari kita semakin berbuah-buah dalam melayani Tuhan.
Mazmur 92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; (14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. (15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, (16) untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.
Jika kita mengerti panggilan kita maka sampai langkah terakhirpun kita akan tetap melayani Tuhan.

23:3 dan kamu ini telah melihat segala yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada semua bangsa di sini demi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang telah berperang bagi kamu.
Yosua masih mengingat perbuatan Tuhan terhadap bangsa Israel. Ini artinya usia tidak membuat Yosua pikun dan lupa akan perbuatan Tuhan.
Ini mengajari kita supaya kita tidak lupa akan Firman Tuhan, karena saat ini banyak orang yang meskipun masih muda tapi karena sudah diberkati, sudah mendapat kedudukan dan pekerjaan, sudah diberkati maka lupa Firman Tuhan, lupa kebaikan Tuhan, lupa pertolongan Tuhan.
Jadi jangan pernah melupakan Tuhan, jangan pernah lupa Firman Tuhan.
Amin.

By. Pdt. Rudolf Labok

Perlindungan Tuhan

Ibdh. Fellowship, Minggu 1 Juni 2014

Hakim-hakim 21:1-4
SUKU BENYAMIN DAPAT TETAP HIDUP

Ini merupakan pasal yang terakhir dari kitab hakim-hakim ini yang telah kita belajar bersama bahwa dari awal kitab ini berbicara soal peperangan tapi ditutup dengan pasal ini yang membawa pada pemulihan.
Sebelum pemulihan terjadi dalam pasal ini telah kita lihat bahwa telah terjadi peperangan antara suku Benyamin dengan bangsa Israel. Suku Benyamin merupakan salah satu suku yang terkuat dalam bangsa Israel tapi karena dilawan oleh 11 suku yang lain dan dengan kehendak Tuhan maka suku Benyamin pun mengalami kekalahan.
Begitu juga dalam kehidupan kita, terkadang kita merasa kuat secara fisik, financial dsb tapi jika Tuhan menegur kita maka dengan caraNya kita bisa sampai tak berdaya dan bertobat.

(1) Orang-orang Israel telah bersumpah di Mizpa, demikian: "Seorang pun dari kita takkan memberikan anaknya perempuan kepada seorang Benyamin menjadi isterinya." (2) Ketika bangsa itu datang ke Betel dan tinggal di situ di hadapan Allah sampai petang, maka mereka pun menyaringkan suaranya menangis dengan sangat keras,

Ada tangisan.
Siapa yang ditangisi? Suku yang terhilang. Bangsa Israel menangis diBetel, tempat dimana Yakub bertemu dengan Tuhan, menerima janji Tuhan, menerima kekuatan baru. Karena pada saat itu memang Yakub sedang mengalami keadaan tak berdaya karena dikejar-kejar oleh kakaknya.
Betel/ rumah Allah akhirnya menjadi tempat bagi bangsa Israel untuk berdoa kepada Tuhan. Dan saat itu mereka datang pada Tuhan dan menangisi saudara mereka.
Jadi jika kita memiliki masalah besar maupun kecil biarlah kita datang kerumah Tuhan dan menyatakan segala persoalan kita pada Tuhan; Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Dan dalam memohon pada Tuhan kita harus pastikan bahwa hati kita tidak sedang membenci, tidak dengan segala keinginan daging kita, jangan ada sedikitpun keraguan tapi biarlah kita datang dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan keran IA sanggup menjawab segala pergumulan kita.

Mengapa harus diBetel?
Kejadian 28:10 Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran. (11) Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu. (12) Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
DiBetel:
1.                   Ada sebuah tangga yang ujungnya menghubungkan antara bumi dan langit. Dan terlihat kesibukan dari malaikat-malaikat Tuhan, saat ini kita Tanya diri kita sendiri apa yang kita sibukkan sehingga kita tidak dapat datang beribadah kepada Tuhan padahal Tuhan dan seisi surgaNya sibuk dengan kita?
Kesibukan surga tidak dapat kita lihat dengan mata jasmani tapi dengan mata iman, kalau dengan mata jasmani semua didunia ini Nampak biasa saja sehingga kitapun masa bodoh dengan ibadah tapi satu yang pasti SURGA SIBUK UNTUK KITA!
Ibrani 1:7 Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api." (13) Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?" (14) Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?
Malaikat Tuhan diutus untuk menjaga kita agar kita tetap dalam keselamatan. Oleh sebab itu jika kita ingin selalu dalam keselamatan maka datanglah selalu keBetel yaitu selalu datang kerumah Tuhan, datang beribadah.
Tapi sebaliknya jika kita masa bodoh dengan Betel maka malaikat bisa menjadi badai dalam hidup kita.
Jadi ingatlah kita sangat penting dimata Allah, kita sangat berharga dimata Tuhan sehingga IA mengutus malaikatNya untuk menjaga kita, untuk melayani kita. Tapi ingatlah juga jangan kita main-main dengan Tuhan, sembunyi-sembunyi dan berbuat dosa karena IA pun tidak segan-segan mendatangkan badai bagi kita.

Anak tangga kita palajari hari ini adalah gambaran dari 66 kitab yaitu Firman Allah. Untuk dapat masuk dalam kerajaan surga maka kita harus menerima Firman Allah, tanpa Firman Allah kita tidak bisa sampai kesurga karena percuma berada diBetel jika tidak ada tangga kesurga.
Oleh sebab itu jangan kita bosan dalam menerima Firman Tuhan. Dalam beribadah biarlah kita menantikan apa yang akan IA berikan bagi kita.
Tangga ini juga berarti gambaran dari pribadi Yesus Kristus karena IA adalah Firman dan memang tanpa melalui Yesus tidak ada satu orangpun yang bisa sampai kepada Bapa.

Apa lagi yang ada diBetel?
Kejadian 28:16 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
2.                   Ada Allah hadir. Jika Allah hadir maka pasti segala persoalan, masalah dan pergumulan kita dijawab oleh Tuhan.

(17) Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."
3.            Ada kedasyatan. Dalam ibadah kita mengalami kedasyatan Allah dalam hidup kita.
Saat ini jika Tuhan membawa kita sadar bahwa kita telah banyak meninggalkan ibadah baik itu biston, PA dan ibadah-ibadah yang lain maka biarlah kita mau mengakui itu dihadapan Tuhan dan kembali setia dalam ibadah.
4.                   Ada pintu gerbang surga. Yaitu jalan keluar atau solusi dari suatu masalah.


(4) Keesokan harinya pagi-pagi maka bangsa itu mendirikan mezbah di situ, lalu mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan.

Hak 21:3 katanya: "Mengapa, ya TUHAN, Allah Israel, terjadi hal yang begini di antara orang Israel, yakni bahwa hari ini satu suku dari antara orang Israel hilang?"
                Orang Israel menangisi suku yang terhilang. Saat ini siapa yang kita tangisi? Atau bahkan kita tidak menangisi siapapun? Jangan! Inilah waktunya kita menangisi yang terhilang. Mungkin suami/  isteri/ anak/ orang tua kita sedang terhilang atau bahkan diri kita sedang terhilang? Mari kita tangisi mereka, mari kita tangisi diri kita.
                Yesus datang untuk menyelamatkan yang terhilang sebab IA memang datang untuk orang berdosa.

Yang terhilang:
Domba. Gambaran dari kehidupan yang sudah tergembala tapi ia terhilang karena ia tersesat, kesesatan ada berbagai macam baik itu mencuri, merampok (korupsi), berzinah dsb. Kehidupan yang tergembala tapi masuk dalam dosa maka bagaikan domba yang terhilang. Sehingga putus hubungan dengan gembala agung yaitu Yesus.
Perhatikan Luk 15:1-7 diantara Yesus ada orang-orang berdosa sedang makan dengan Yesus, ini gambaran orang-orang berdosa yang mau menerima Yesus dan duduk makan dengan Nya yaitu menikmati FirmanNya. Jadi siapa sebenarnya yang terhilang? Yaitu orang-orang yang bersungut karena orang-orang berdosa yang duduk makan dengan Yesus.
Artinya bagi kita adalah jangan sampai kita merasa lebih suci dari orang lain bahkan bersungut jika ada orang jahat yang datang beribadah tapi biarlah kita bersyukur jika ada orang yang diselamatkan. Jadi hati-hati dengan dosa sungutan!

Dirham (Luk 15:8-10). Gambaran dari kehidupan yang sedang berada dalam kegelapan dan kekotoran. Sehingga kehidupan tersebut harus diterangi dengan terang Roh Kudus dan harus disapu atau mengalami penyucian.
Ini juga gambaran dari pribadi yang tidak mengembalikan apa yang menjadi miliknya Tuhan yaitu tidak pernah memberikan perpuluhan.

Anak bungsu.

Intinya kita dibawa Tuhan untuk datang kepadaNya dalam ratapan dan tangisan demi keselamatan nikah kita, keluarga kita dan bahkan diri kita.

Amin.


By. Pdt. Rudolf labok