Minggu, 16 September 2012

Jika Allah Dipihak Kita Siapakah dapat Melawan?


Ringkasan Firman Tuhan hari Minggu 16 september 2012

Hakim-hakim 12:1-7

12:1 Dikerahkanlah orang Efraim, lalu mereka bergerak ke Zafon. Dan mereka berkata kepada Yefta: "Mengapa engkau bergerak untuk memerangi bani Amon dengan tidak memanggil kami untuk maju bersama-sama dengan engkau? Sebab itu kami akan membakar rumahmu bersama-sama kamu!"
12:2 Tetapi jawab Yefta kepada mereka: "Aku dan rakyatku telah terlibat dalam peperangan yang hebat dengan bani Amon; lalu aku memanggil kamu, tetapi kamu tidak datang menyelamatkan aku dari tangan mereka.
12:3 Ketika kulihat, bahwa tidak ada yang datang menyelamatkan aku, maka aku mempertaruhkan nyawaku dan aku pergi melawan bani Amon itu, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tanganku. Mengapa pada hari ini kamu mendatangi aku untuk berperang melawan aku?"
12:4 Kemudian Yefta mengumpulkan semua orang Gilead, lalu mereka berperang melawan suku Efraim. Dan orang-orang Gilead mengalahkan suku Efraim itu. Sebab orang-orang itu mengatakan: "Kamulah orang-orang yang telah lari dari suku Efraim!" -- kaum Gilead itu ada di tengah-tengah suku Efraim dan suku Manasye --.
12:5 Untuk menghadapi suku Efraim itu, maka orang Gilead menduduki tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan. Apabila dari suku Efraim ada yang lari dan berkata: "Biarkanlah aku menyeberang," maka orang Gilead berkata kepadanya: "Orang Efraimkah engkau?" Dan jika ia menjawab: "Bukan,"
12:6 maka mereka berkata kepadanya: "Coba katakan dahulu: syibolet." Jika ia berkata: sibolet, jadi tidak dapat mengucapkannya dengan tepat, maka mereka menangkap dia dan menyembelihnya dekat tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan itu. Pada waktu itu tewaslah dari suku Efraim empat puluh dua ribu orang.
12:7 Yefta memerintah sebagai hakim atas orang Israel enam tahun lamanya. Kemudian matilah Yefta, orang Gilead itu, lalu dikuburkan di sebuah kota di daerah Gilead.

JIKA ALLAH DIPIHAK KITA SIAPAKAH DAPAT MELAWAN?

    Pasal 12 ini masih terkena pada Kaki Dian Emas gambaran dari s.jemaat yang dipimpin oleh Roh Kudus. Dalam kisah ini suku Efraim dan suku Manasye (Yefta) itu kakak beradik yang begitu mirip alias seperti kembar sehingga tidak dapat dibedakan.
Kedua suku ini mewakili 2 kondisi:
  1. Suku Manasye (Yefta) mewakili keadaan manusia rohani.
  2. Suku Efraim mewakili keadaan manusia daging.
Kedua unsur ini tidak dapat disatukan. Seperti yang tertulis dalam suratan Galatia 5:19-23 yaitu
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
    Untuk bisa membedakan keduanya hanyalah Roh Kudus. Seperti Yefta, ia dapat membedakan antara suku Manasye dan Efraim hanya lewat dialeg (Syibolet= kata untuk bulir-bulir jagung) oleh sebab itu kita harus satu bahasa yaitu bahasa Firman). Artinya kehidupan rohani dan daging itu bisa kita lihat dari perkataannya.
    Efraim dan Manasye itu tumbuh dan hidup bersama-sama ini gambaran dari kehidupan bersama dalam penggembalaan jadi dalam penggembalaan ada yang rohani tapi ada yang masih hidup dalam hawa nafsu daging.
Tanda kehidupan dalam hawa nafsu daging:
  suka mengancam, merasa diri mampu.
12:1 Dikerahkanlah orang Efraim, lalu mereka bergerak ke Zafon. Dan mereka berkata kepada Yefta: "Mengapa engkau bergerak untuk memerangi bani Amon dengan tidak memanggil kami untuk maju bersama-sama dengan engkau? Sebab itu kami akan membakar rumahmu bersama-sama kamu!"
    Yang memimpin Efraim tidak disebutkan atau tidak nampak artinya yang menjadi dalang dari semua keributan itu adalah iblis, kita tidak tahu dari mana datangnya tapi jika sesuatu itu menjurus pada yang negatif maka itu pekerjaan iblis.
Yoh 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Bagaimana jenis pembunuhan itu?
Perkataan yang tidak baik yang mematikan karakter orang itu termasuk pembunuhan.
Hati-hati...iblis mampu memakai apa dan siapa saja untuk menjadi kaki tangannya oleh sebab itu kita perlu keteguhan hati seperti Yefta dan berusaha untuk menciptakan sesuatu yang baik karena ia dipenuhi Roh Kudus.
Yohanes 10:10b
Tanda orang yang dipimpin oleh Roh Kudus:
  Membawa kabar  yang menghidupkan kerohanian orang lain.
Yohanes 10:10
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

1 Petrus 3:10-12
3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
3:11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.
3:12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."
    Jadi kita pilih yang mana mencintai hidup atau kematian? Jika kita mencintai kehidupan maka perlu bahkan sangat perlu menjaga MULUT agar tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak sesuai Firman tapi selalu mengeluarkan kata-kata perdamaian sehingga mata Tuhan tertuju pada kita dan doa kita didengar oleh Tuhan. Jika Roh Tuhan menyertai kita maka mampu mengatasi segala masalah dan tantangan.

*      Apa motifasi dari tindakan suku Efraim? UANG.
    Zaman dulu seusai peperangan jika mengalami kemenangan maka akan memiliki jarahan yang banyak. Jadi sekarang kita lihat jika sudah ada keluar ancaman bagi orang lain maka itu pasti didasari oleh keinginan akan uang karena uang/ mamon itu akar dari segala kejahatan.
1 Timotius 6:9-10
6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
    Jadi memiliki uang tidak salah tapi jangan sampai karena uang kita membunuh atau membenci, dan jangan sampai saling menyakiti.

*      Sikap dan tindakan Yefta atas ancaman s.Efraim:
1.     Ay.2 Meluruskan persoalan.
  Jika orang dipenuhi Roh Kudus seperti Yefta maka dalam mengatasi masalah pasti memiliki hikmat dan pengertian sehingga lebih dahulu meluruskan atau menjelaskan permasalahan yang ada, tidak langsung turut terpancing.
Yesaya 11:2-4
11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
11:4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.
2.     Ay.3 Mempertaruhkan nyawa.
  Yefta mengambil teladan Kristus untuk menyerahkan nyawanya bagi penebusan dosa-dosa kita. Dalam melayani Tuhan maka yang menjadi taruhan kita adalah nyawa kita sendiri.
Matius 10:38-93
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
  Tapi jika Allah ada dipihak kita, jika Roh Kudus dalam kita maka meskipun kita ada ditengah-tengah serigala maka kita tetap menang.
Matius 10:16-20
10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
10:17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
10:18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
10:19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
10:20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
3.     Ay.5 menempatkan pos jaga.
  Yaitu berjaga-jaga dalam doa dan penyembahan.
Lukas 21:35-36
21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."
  Penempatan pos jaga itu didaerah penyebrangan. Dimana daerah penyebrangan itu? iblis biasa menyebrang dan datang pada kita lewat media, penyakit, masalah lewat keinginan kita dll. Karena itu perlu berjaga-jaga diposisi tersebut agar jangan kita jatuh kedalamnya sebab semua orang akan mengalami masalah tapi tidak semua bisa melewatinya tanpa jatuh kedalamnya kecuali jika kita berjaga-jaga terus dalam doa.
Amin











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar